Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 April 2026

Kabanjahe Kirim Air Bersih

Redaksi - Rabu, 29 Januari 2020 15:45 WIB
438 view
Kabanjahe Kirim Air Bersih
bantennews.co.id
Ilustrasi                       &nb
Kabanjahe (SIB)
Krisis air bersih yang bersumber dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Malem semakin meluas di inti kota Kabanjahe. Warga pun mengeluhkan krisis air bersih dari perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Karo itu.

Beberapa warga Jalan Jamin Ginting Kabanjahe persisnya seputaran Desa Ketaren dan Komplek Merga Silima seperti P Ginting, M Sihotang dan lainnya mengaku air dari PDAM Tirta Malem sebulan belakangan tidak lagi mengalir . " Padahal kebutuhan pokok," keluh M Sihotang, Selasa (28/1). Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, warga terpaksa membeli air bersih dari penjual air dengan kisaran Rp 5.000-Rp 10.000 tiap drum (ukuran 200 liter).

Direktur PDAM Tirta Malem Kabanjahe Jonara Tarigan mengakui pasokan air di Kota Kabanjahe termasuk kategori krisis.
Dijelaskannya, baru-baru ini, sekira akhir tahun 2019 lalu, PT PLN Rayon Kabanjahe memutus jaringan listrik terhadap salah satu mesin pompa pendorong air milik PDAM Tirta Malem di mata air Sungai Lau Bawang. Pemutusan itu terpaksa dilakukan PT PLN Rayon Kabanjahe, karena PDAM Tirta Malem memiliki tunggakan sebesar lebih sekira Rp 2 miliard. Akibatnya, ratusan pelanggan yang biasanya mendapat suplai air dari pompa tersebut, harus menderita kekeringan akibat air tak pernah lagi mengalir ke rumah warga.

Kemudian, krisis air bersih diperparah dengan rusaknya pompa air milik PDAM Tirtanadi Berastagi yang selama ini ikut menyuplai air ke PDAM Tirta Malem. "Untuk kawasan Jalan Jamin Ginting, selama ini memang airnya disuplai dari PDAM Tirtanadi. Kita beli air ke sana. Namun pada Januari ini, salah satu mesin milik PDAM Tirtanadi terbakar sehingga belum mampu menyuplai air maksimal ke kawasan Jalan Jamin Ginting Kabanjahe”, katanya.(k02/c)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru