Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Habiskan Anggaran Rp 4 M, Jalur Underpass Lingkar Aekkanopan Labura Digenangi Air

Redaksi - Jumat, 31 Januari 2020 19:35 WIB
256 view
Habiskan Anggaran Rp 4 M, Jalur Underpass Lingkar Aekkanopan Labura Digenangi Air
Foto SIB/Jepri Nainggolan
DIGENANGI AIR : Jalur underpass jalan lingkar Aekkanopan digenangi air. Sehingga sulit dilalui pengendara roda dua, Kelurahan Aekkanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labura, Kamis (30/1). 
Aekkanopan (SIB)
Tingginya intensitas hujan membuat beberapa kawasan Kota Aekkanopan kembali digenangi air. Salah satu kawasan yang parah digenangi air yakni jalur underpass di bawah lintasan kereta api tertutup air hingga setinggi 2 meter di Kelurahan Aekkanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

"Kejadian ini sudah sering terjadi saat musim hujan datang terowongan atau underpass ini dipenuhi air hingga 2 meter. Sebelumnya kalaupun hujan deras, paling air tingginya hanya sebatas betis," ungkap pengendara roda dua Yanti dan Bagus, Kamis (30/1).

Dikatakan, tingginya air yang membanjiri badan jalan itu, membuat banyak kendaraan terpaksa memutar arah memilih jalan lain. Dan menjadi pemandangan para pelintas untuk melihat air tersebut. Kemudian air yang ada di underpass itu, jadi tempat anak- anak kecil mandi dan berenang.

"Sudah dua hari jalan underpass itu digenangi air dan tidak bisa dilalui, khususnya kendaraan roda dua. Parahnya lagi tadi malam, air membanjiri terowongan itu. Dan sekarang sudah mulai terlihat agak surut. Terpaksa saya harus memutar karena tidak mungkin dilalui," ujarnya.

Disebutkan, hasil pekerjaan proyek bernilai miliaran rupiah itu sangat mengecewakan. Dan baru rampung dikerjakan. Padahal warga sudah menanti pembangunan underpass sejak lama, tetapi setelah tiba siap dibangun kualitasnya seperti ini. Pembangunan underpass itu patut dipertanyakan.

“Di sisi lain, kami bersyukur dengan adanya pembangunan underpass tersebut, sehingga dapat dinikmati pengguna jalan. Namun, kami merasa heran kenapa selesai pembangunan underpass sekarang kualitasnya seperti ini. Sebenarnya kita masyarakat kecil tidak terlalu mengetahui masalah proyek ini, namun beginilah hasilnya. Jika ditanya apa penyebabnya, jawaban kita pasti ada yang kurang dalam proyek ini. Apakah itu, ya tentunya merekalah (Kontraktor dan Dinas PU) yang tahu," keluh warga.

Hal senada dikatakan Dedi, Priska keprihatinannya terhadap kondisi underpass ini. Dedi menunjukkan kekesalannya, terkait kinerja Dinas PU Labura. Semakin diperbaiki semakin parah. Padahal, untuk mengerjakan underpass itu sudah menelan anggaran Rp4 miliar APBD dan P APBD Tahun 2018-2019. Yakni Tahun 2018 Rp 1.800.000.000 (1,8 M) Tahun 2019 Rp 1.300.000.000 (1,3 M) dan Tahun 2019 Rp 1.000.000.000 (1 M). Tapi hasilnya menjadi kolam air. Untuk itu, kita mohon kepada bapak DPRD Labura terkhusus Komisi C. Untuk melihat kejadian ini. Jangan tunggu ada yang aksi baru turun ke lapangan, segera panggil Kadis PU Labura," katanya.

Untuk itu, kedua warga itu meminta Bupati Labura segera melakukan evaluasi terkait kinerja para kepala SKPD khususnya Kadis PU yang dinilai tidak mampu mengatasi persoalan infrastruktur di Kota Aekkanopan.

Berdasarkan laman LPSE Labura menyebutkan, proyek itu dikelola Dinas PUPR Labura dengan pagu anggaran Rp 1 M untuk pengerjaan lanjutan pengaspalan jalan di area jalan lingkar dalam Kota Aekkanopan P APBD tahun 2019. Lanjutan pembangunan underpass jalan lingkar Aekkanopan Rp 1,3 M. Pembangunan underpass di jalan lingkar Aekkanopan Rp 1,8 M.

Sementara itu, Kadis PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Labura Edwin Defrizen ST saat dikonfirmasi via seluler no 0813626924 berulang kali tidak dapat menerima panggilan. Via Whatsapp terkirim tidak ada balasan, sampai berita dikirim ke redaksi. (L09/f)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru