Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 07 April 2026

5 Tahun Lumpuh, Janner Silalahi Butuh Perhatian Pemerintah

Redaksi - Minggu, 02 Februari 2020 14:58 WIB
728 view
5 Tahun Lumpuh, Janner Silalahi Butuh Perhatian Pemerintah
Foto SIB/Roy Surya Damanik
TERBARING LEMAH: Janner Silalahi yang mengalami lumpuh sejak 5 tahun lalu hanya bisa terbaring lemah di rumahnya Jalan Wisata Dusun Saitni Huta Desa Pematang Tambun Raya, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Jumat (31/1).
Simalungun (SIB)
Lima tahun mengalami kelumpuhan, Janner Silalahi (58) warga Jalan Wisata Dusun Saitni Huta Desa Pematang Tambun Raya, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun butuh perhatian dari pemerintah khususnya Pemkab Simalungun.

Tiambun Br Damanik (55) isteri dari Janner kepada wartawan, Jumat (31/1) mengisahkan jika tubuh suaminya sekitar 5 tahun silam tiba-tiba melemah. Selanjutnya ibu rumah tangga (IRT) yang memiliki 2 anak laki-laki dan 2 perempuan itu membawa suaminya ke satu rumah sakit di Pematangsiantar untuk diperiksa.

"Sesampainya di rumah sakit, dokter melakukan pemeriksaan pertama. Dokter mengatakan ada penyumbatan pembuluh darah akibat lemak darah tinggi (stroke ringan) yang dialami suami saya. Suami saya akhirnya dirawat selama 3 bulan di rumah sakit. Selain itu dilakukan berbagai jenis terapi," ungkapnya.

Selama 3 bulan dirawat tidak ada perubahan sama sekali. Sakit suaminya justru semakin parah. Akhirnya Tiambun membawa suaminya pulang guna dirawat di rumah.

"Beberapa hari dirawat, ada keluarga menyarankan saya agar membawa suami saya kembali ke rumah sakit untuk dironsen. Akhirnya saya membawa suami saya ke rumah sakit di Pematangsiantar. Usai dironsen, dokter menyatakan bahwa ada bekas benturan keras di kepala sehingga otak suami saya menjadi hitam," ujar Tiambun.

Dengan rasa putus asa ia membawa kembali suaminya pulang ke rumah untuk dirawat. Ia mengaku untuk membawa suaminya ke rumah sakit lagi untuk berobat sangatlah sulit. Hal itu dikarenakan tidak ada transportasi di kampungnya. Hal itu dikarenakan akses jalan di lokasi sangat rusak parah dan sudah puluhan tahun tidak mendapat perhatian pemerintah.

"Sudah 5 tahun suami saya tidak bisa menggerakkan tubuhnya, dan ia hanya bisa terbaring di tempat tidur. Saya juga sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah setempat untuk menurunkan tim medis agar mengecek kondisi yang dialami suaminya itu," harapnya.

Sementara itu Janner yang juga diwawancarai mengaku hanya bisa pasrah dengan keadaannya saat ini. Diakui Janner, selama ini seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan lagi. Namun baru-baru ini kakinya sudah bisa digerakkan secara perlahan-lahan.
"Tangan kanan saya tidak bisa digerakkan. Sementara kaki dan tangan kiri saya sudah mulai digerakkan pelan-pelan," katanya.(M16/c)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru