Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

Oknum TNI-Polri Bentrok di Tapanuli Utara, 7 Orang Terluka

Redaksi - Sabtu, 29 Februari 2020 18:25 WIB
269 view
Oknum TNI-Polri Bentrok di Tapanuli Utara,  7 Orang Terluka
SIB/Bongsu Batara Sitompul
KETERANGAN : Danrem 023/KS Kolonel Inf. Trisakti  didampingi Kapolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen saat diwawancarai wartawan, Jumat (28/2) di Mapolres Taput. 
Tarutung (SIB)
Bentrok antara oknum TNI dan oknum Polri terjadi, Kamis (27/2) di jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Tarutung-Sipirok, tepatnya di daerah Silangkitang, Kecamatan Pahae Jae, Tapanuli Utara.

Akibat peristiwa itu, dikabarkan sebanyak 7 orang menderita luka yakni 6 orang dari anggota polisi dan satu (1) orang masyarakat.
Informasi yang berhasil dikumpulkan SIB menyebutkan, bentrok berawal dari salah paham antara kedua belah pihak saat terjadinya kemacetan di Jalinsum Tarutung-Sipirok tepatnya Silangkitang sebagai dampak jatuhnya satu unit truk.

Saat itu, Kapolsek Pahae Jae Polres Tapanuli Utara AKP Ramot S Nababan bersama sejumlah personel berada di lokasi kemacetan mengatur lalu lintas.

Sementara itu, rombongan oknun TNI melintas dan entah disebabkan apa tiba-tiba terjadi salah paham yang berujung pada terjadinya bentrok.

Berselang tidak lama, Mako Polsek Pahae Julu didatangi oknum TNI lalu merusak berbagai fasilitas yang ada antara lain kaca ruangan Polsek Pahae Julu, peralatan komputer dan kelengkapan lainnya.

MEDIASI
Guna mengembalikan situasi kondusif, Danrem 023/Kawal Samudera (KS) Kolonel Inf. Trisakti, turun dari Sibolga ke Tapanuli Utara, Jumat (28/2) memimpin mediasi pasca terjadinya insiden antara oknum TNI AD dari Kompi Yonif 123/ RJW Lapo Gambiri dan oknum Polisi di Pahae Jae.

Kolonel Inf Trisakti dalam keterangan persnya didampingi Kapolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen dan Dandim 0210 TU Letkol Roni Agus Widodo di Mapolres Taput, Jumat (28/2) menjelaskan, mediasi ini merupakan perintah dari pimpinan dan hasilnya akan dilaporkan ke komando yang lebih tinggi.

"Kita minta maaf atas peristiwa itu. Kita harapkan kejadian serupa tidak terulang lagi di daerah lain," ujarnya.

Ia mengharapkan insiden tersebut menjadi evaluasi bersama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. "Itu akan menjadi komitmen dan kita mengharapkan kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi. Untuk para oknum yang melakukan tindakan yang tidak menyenangkan tersebut, tentu akan ada sanksi. Untuk persoalan ini kita akan melakukan pemeriksaan. Dari pihak Pomdam akan mendalami persoalan ini," sebutnya.

Kepada media diminta supaya memberitakan hal-hal yang konstruktif dan sifatnya membangun. "Media mempunyai peran yang sangat besar bagaimana membangun dan membuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi kuat. Marilah kita sesama anak bangsa membangun negeri ini," ungkapnya.

Dijelaskan, korban luka dalam peristiwa tersebut ada enam personil polisi dan satu (1) orang masyarakat.

Menurut Danrem, guna pemulihan kesehatan para korban, pihaknya akan membiayai pengobatan sebagai bentuk tanggung jawab moral. "Kita akan membuat recovery kepada anggota-anggota yang menjadi korban," sebutnya.

Sementara untuk Kantor Polsek Pahae Julu yang rusak, akan diperbaiki melalui gotong royong.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait penyebab insiden tersebut, Danrem mengatakan, disebabkan kesalahpahaman di lapangan atas kondisi kemacetan lalu lintas. "Karena situasi panas dan macet mungkin terjadi kesalahpahaman dan percekcokan," sebutnya.

Sebanyak 6 personel polisi yang menderita luka dalam peristiwa tersebut yakni Kapolsek Pahae Jae AKP Ramot Nababan, Briptu Pol Ricardo Lopes Sitompul, Aipda Pol David Simatupang, Brigadir Pol Dodi B Sianturi dari Polsek Pahae Jae, Kapos Lantas Polsek Sipirok Ipda Pol Bangun Siregar dan Aiptu Pol Velberik Sitompul dari personel Lantas Polres Tapsel.

Sedangkan masyarakat yang menjadi korban yakni Edi Susanto (30) warga Kabupaten Tapanuli Selatan.

Sementara itu, Kapolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen menyatakan, pihaknya sangat berterima kasih atas langkah baik yang dilakukan Danrem 023/KS untuk mencairkan situasi.

"Saya lihat silaturahmi yang luar biasa dan kita terus maju ke depan, sehingga kondisi Kamtibmas tetap terjaga. Tentunya ini menjadi proses pembelajaran dan pendewasaan bagi kita. Kita sudah menerima perdamaian. Kita yakinkan sesuai dengan komitmen, diharapkan tidak ada lagi kejadian seperti ini terulang," ujarnya. (BR7/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru
Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Simalungun(harianSIB.com)Sampah menumpuk di jurang Harangan Gotting wilayah Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (15/4/2026). Kondisi