Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

Karya Bhakti TNI, Hubungkan Jalan Nisut dan Nisbar

Redaksi - Sabtu, 29 Februari 2020 18:30 WIB
138 view
Karya Bhakti TNI, Hubungkan Jalan  Nisut dan Nisbar
Equator Daeli
Gunungsitoli (SIB)
Pembukaan badan jalan Afulu Nias Utara (Nisul) -Batas Nias Barat (Nisbar) sepanjang 10 kilometer yang direncanakan dikerjakan TNI dengan progran karya bhakti menggandeng masyarakat, akan dimulai dalam waktu dekat dengan anggaran Rp 5 miliar.

Kepala UPT Jalan Jembatan Gunungsitoli, Equator Daeli, Jumat (28/2) menjelaskan, pembukaan juga nantinya akan dilanjutkan sepanjang 7 km, direncanakan menggunakan dana P-APBD 2020 Pemprov Sumut senilai Rp 3 miliar, sehingga tahun ini ditargetkan jalan lingkar menghubungkan kedua daerah bisa terwujud.

Dijelaskan, sebenarnya Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sumut sudah pernah melaksanakan pekerjaan tersebut, namun terkendala karena diduga ada provokasi oknum warga soal kepemilikan lahan, sehingga kehadiran TNI sebagai pihak yang dekat dengan masyarakat akan padu bekerja bersama-sama."Pada lokasi tersebut juga ada sungai Noyo selebar 120 meter, yang banyak buaya, tentu sekali TNI lebih terlatih berkerja di lokasi demikian," terangnya.

Pembukaan jalan dimaksud menyibak keterisoliran sebagian wilayah Nias Utara dengan Nias Barat. Lokasi pembukaan merupakan pemukiman penduduk. "Warga di sana sangat kesusahan memasarkan hasil bumi. Kadang, komoditas pertanian seperti karet,
pisang, ubi dan lainnya dibiarkan busuk di kebun, karena cost transportasi menggunakan tenaga manusia mahal," urainya.

Equator meminta dukungan semua pihak agar pembukaan jalan tersebut sukses. "Pengerjaan secepatnya dimulai. Gubernur Sumut dan Pangdam sudah buat MoU, Dandim Nias, Ketua Satgas, saya sebagai pengawas," jelas Equator.

Harga Tanah
Target Dinas BMBK Sumut membuka akses terisolir menjadi jalan lingkar Afulu Nias Utara-Nias Barat akan memberi dampak positif kemajuan masyarakat di wilayah itu.Pada daerah yang hampir tidak bisa di lalui kendaraan, nantinya akan tersedia akses layak, masyarakat leluasa datang dan pergi. "Hal itu akan membawa perubahan, warga disana selangkah lebih maju," kata Equator Daeli.

Mengapa tidak, tanah masyarakat yang dulunya tidak bernilai akan memiliki nilai jual. Masyarakat juga bisa mengurus sertifikat dan mengagunkannya ke lembaga keuangan untuk membangun perekonomian lewat usaha mikro kecil dan menengah. (BR9/c)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru
Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Simalungun(harianSIB.com)Sampah menumpuk di jurang Harangan Gotting wilayah Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (15/4/2026). Kondisi