Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 07 September 2026

Ernita, 20 Tahun Lumpuh Butuh Perhatian Pemerintah

Redaksi - Senin, 02 Maret 2020 21:29 WIB
304 view
Ernita, 20 Tahun Lumpuh Butuh Perhatian Pemerintah
SIB/Dok
LUMPUH 20 TAHUN: Ernita, warga miskin di Dusun Wonosari Desa Seitampang Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu terbaring lemah di tempat tidurnya di rumah papan. Ia sudah 20 tahun lumpuh, butuh perhatian dan sentuhan sosial pemerintah.
Labuhanbatu (SIB)
Ernita, warga miskin di Dusun Wonosari Desa Seitampang Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu sudah 20 tahun lumpuh. Walau hanya bisa terbaring di tempat tidurnya, wanita malang ini tidak memiliki kartu BPJS dan tak terdaftar pula sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Informasi tentang penderitaan Ernita diperoleh wartawan dari tetangganya, Rahmad Sukri, Sabtu (29/2). Dia menceritakan kondisi buruk Ernita sejak 20 tahun silam namun sampai saat ini tak tersentuh pemerintah.

Ernita disebut tidak pernah mendapat pelayanan kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), hanya sebagai pendengar. Ernita orang yang lebih layak malah tidak pernah menerima Program Keluarga Harapan (PKH) program penanggulangan kemiskinan yang dibuat pemerintah pusat.

Padahal, Ernita yang diperkirakan berusia 35 tahun, secara administrasi kependudukan tercatat penduduk Dusun Wonosari Desa Seitampang, Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara. Hidupnya memprihatinkan. Hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur karpet karet seadanya. Rumahnya berada di pemukiman ramai, yang berbatasan dengan Kelurahan Negeribaru di Kecamatan Bilah Hilir.

Menurut warga, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa selama ini terkesan tutup mata terhadap Ernita yang dianggap tidak punya pengaruh apa-apa.

“Padahal sudah 20 tahun dia lumpuh. Dia butuh perhatian dan sentuhan pemerintah, perawatan medis dan sokongan kebutuhan ekonomi. Itu makanya saya sampaikan kepada Rumah Peduli Labuhanbatu supaya Ernita dapat terbantu,” sebut Rahmad.

Menurutnya, latar belakang keluarga Ernita sangat memperhatikan. Kondisi itupun, katanya, sudah pernah disampaikan ke aparat pemerintah. Bahkan diajak ke rumah Ernita, dengan harapan ada kepedulian atau ada solusi.

Najib Gunawan dari Rumah Peduli Labuhanbatu meminta pemerintah peka terhadap persoalan Ernita. Dia menyebut persoalan ini akan disampaikan ke pemerintah kecamatan.

“Secepatnya kita duduk bersama mencarikan solusi buat Ernita. Akan saya sampaikan ke camat agar jangan menunda-nunda persoalan kemanusiaan yang dihadapi Ernita, karena pejabat adalah pelayan masyarakat. Permasalahan ini juga perlu dibicarakan dengan semua pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan seluruh tokoh politik supaya ikut terlibat," sebut Najib. (BR6/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru