Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 07 September 2026

HPSN Sipinsur Humbahas Momentum Dukung Program Pariwisata Nasional

Redaksi - Selasa, 03 Maret 2020 16:52 WIB
258 view
HPSN Sipinsur Humbahas Momentum Dukung Program Pariwisata Nasional
Foto SIB/Frans Simanjuntak
TANAM POHON : Wamen LHK Alue Dohong menanam pohon di lokasi Objek Wisata Sipinsur disaksikan Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, Wakil Bupati Saut Parlindungan Simamora, para Dirjen KLHK dan undangan lainnya, pada peringatan HPSN 2020, Sabtu (2
Humbahas (SIB)
Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2020 diperingati di Objek Wisata Geo Site Sipinsur, Desa Pearung, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sabtu (29/2).

Acara diawali dengan aksi bersih/pungut sampah di sekitar lokasi Objek Wisata Dataran Tinggi Terpopuler di Indonesia itu, dan dilanjutkan dengan penanaman pohon oleh Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Alue Dohong, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, Wakil Bupati Saut Parlindungan Simamora, Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution, para Dirjen Kementerian LHK, mewakili Gubernur Sumut, Sekdakab Humbahas Tonny Sihombing, bupati se-kawasan Danau Toba, para Kadis Lingkungan Hidup kabupaten/kota di Sumut, pimpinan dan anggota DPRD Humbahas, Forkopimda, dan para undangan lainnya.

Acara yang dihibur artis ibukota Bams Samson dan Sanga Pajumpa Band itu juga dirangkai dengan pemberian fasilitas pengolahan sampah seperti motor sampah roda 3, tempat sampah terpilah, bibit pohon, pusat daur ulang dan pusat pengelolaan sampah di dalamnya, dan penandatanganan prasasti peresmian TPA dan TDU oleh Wamen.

Laporan Pelaksana Kegiatan oleh Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian LHK, Rosa Vivien Ratnawati, menyampaikan, peringatan HPSN sengaja dipilih di kawasan Danau Toba sebagai momentum untuk mendukung program nasional sektor pariwisata destinasi super prioritas di Indonesia.

Kegitan itu juga, katanya, diharapkan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan khususnya masalah sampah.

“Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional ini diharapkan menjadi momentum bagi kita bahwa destinasi wisata tidak akan didatangi wisatawan kalau tidak bersih," ucapnya.

Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor dalam sambutannya juga mengharapkan agar momentum untuk mengajak seluruh stakeholder terkait untuk turut mendukung destinasi pariwisata Danau Toba menjadi destinasi nomor satu di Indonesia.

Pada kesempatan itu, dia juga mengakui ada sejumlah kendala di tengah-tengah masyarakat dalam mendukung program nasional tersebut, yaitu masih kurangnya kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta kurang ramah tamah kepada para tamu wisatawan.

“Ke depan, dengan program (destinasi pariwisata nasional super prioritas) Pak Jokowi ini, dan dengan semua kementerian, kami akan sambut ini dengan sangat antusias. Dan kami akan lakukan hal-hal apa yang perlu kami perbuat. Yakin lah pak menteri, kami tidak akan malu-maluin, dan kami akan serius,” ucap bupati.

Ditambahkan, dalam beberapa tahun terakhir, Humbahas mendapatkan sejumlah bantuan dari pemerintah pusat untuk pengolahan sampah. Seperti tempat pengolahan daur ulang sampah di Kecamatan Baktiraja, TPA di Desa Nagasaribu, dan satu unit excavator besar serta sejumlah bantuan lainnya.

Bupati juga mengungkapkan, bahwa saat ini beberapa sekolah di daerah itu sedang menggalakan program siswa wajib bawa sampah ke sekolah. “Ini menjadi salah satu model di daerah kita, dan memang program ini agak-agak aneh. Tapi dengan kita mulai, saya lihat kepala sekolah itu cukup bagus lah. Dan kita harapkan, seluruh kepala sekolah di Indonesia, khususnya di Humbang ini, boleh memberikan contoh yang sama, bahwa sejak dari kecil, kepedulian sampah itu boleh melekat di diri kita masing-masing,” pungkasnya.

Sementara itu, Wamen LHK Alue Dohong dalam sambutannya menyampaikan bahwa berbagai upaya telah dilakukan pemerintah pusat dan pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah.

Di akhir tahun 2019 kata dia, pemerintah baru saja mengeluarkan Peraturan Menteri tentang Peta Jalan di mana dalam peraturan tersebut mendorong produsen untuk dapat menyusun rencana pengelolaan sampah dan menghasilkan produk ramah lingkungan. Hal ini penting untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat, khususnya kaum milenial dalam bijak menggunakan plastik.

“Walaupun tantangan pengelolaan sampah yang kita hadapi sangat berat, namun jika masing-masing dari kita berperan, bertanggung jawab dan memiliki komitmen yang tinggi saya optimis kita dapat bersama-sama menyelesaikan permasalahan sampah dan mampu memcapai target ambisius kita yaitu 30 persen pengurangan dan 70 persen penanganan sampah. Berbagai instrument yang dibangun pemerintah mulai dari kebijakan dan regulasi dan dukungan fasilitas dijadikan modal awal untuk mencapai tujuan yang kita tuju,” kata Alue. (BR8/f)


SHARE:
komentar
beritaTerbaru