Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026
Tim Goes to School Harian SIB Disambut 2000-an Pelajar SMA dan SMK Swasta Teladan Medan Tembung

Penerbit Surat Kabar Tidak Usah Khawatir, Media Cetak Tidak akan Hancur dengan Menjamurnya Media Sosia

* Pemberitaan Koran Lebih Akurat dan banyak Mengedukasi Masyarakat
Redaksi - Senin, 09 Maret 2020 16:49 WIB
419 view
Penerbit Surat Kabar Tidak Usah Khawatir, Media Cetak Tidak akan Hancur dengan Menjamurnya Media Sosia
SIB/Danres Saragih
FOTO BERSAMA : Panitia HUT emas Harian SIB terdiri dari Wakil Ketua III Anton Panggabean SE MSi, Wakil Ketua IV Martohap Simarsoit SH, Wartawan SIB Firdaus Paranginangin SH, Roland Tambunan SE, Roy Damanik SKom, Ir Roni Hutahayan, Fernandes Silab
Medan (SIB)
Media cetak tidak akan hancur dengan menjamurnya media sosial maupun online, karena masyarakat masih membutuhkan ilmu pengetahuan yang salah satunya bisa diperoleh dari surat kabar. Maka pemilik koran atau penerbit surat kabar tidak perlu khawatir kalau surat kabar belakangan ini merosot, karena suatu masa nanti koran akan eksis kembali.

Motivasi tersebut diungkapkan Ketua Badan Pengurus Yayasan Perguruan Swasta Teladan Medan Tembung Ir Roni Sibuea MPd ketika menerima kunjungan tim Goes to School Harian SIB, Sabtu (7/3) di sekolah SMA dan SMK Swasta Teladan Medan Tembung, Jalan Bersama, Kecamatan Medan Tembung. Program goes to school dilaksanakan dalam rangka HUT emas (ke-50 tahun) Harian SIB.

Menurut dia, para orangtua masih senang membaca surat kabar daripada media sosial dari android. Karena banyak orangtua yang tidak paham membuka android, selain itu radiasi dari ponsel sangat berbahaya bagi kesehatan. Anak-anak sekolah juga sangat membutuhkan pengetahuan yang didapat dari surat kabar, khususnya Harian Sinar Indonesia Baru (SIB).

“Di surat kabar, pemberitaan itu sangat akurat, peliputannya sangat cermat, tidak ada berita hoaks di surat kabar, karena terlebih dahulu wartawannya diajarkan melakukan check and recheck (konfirmasi), itulah kelebihan media cetak, lebih mengedukasi, sangat baik jadi referensi ilmu pengetahuan kepada pelajar. Kalau sekarang media online menjamur seolah-olah koran tersingkir, jadikanlah itu sebagai motivasi untuk lebih maju lagi,” tegas Roni.

Tim Goes to School Harian SIB yang berkunjung terdiri dari Wakil III Pemred Anton Panggabean SE MSi, Kepala Biro I Medan Martohap Simarsoit SH, wartawan unit DPRD Sumut Firdaus Peranginangin SH, unit Pemprov Sumut Roland Tambunan SE, unit DPRD Medan Horas Pasaribu SSos, unit Polda Sumut Roni Hutahean ST, unit Polrestabes Medan Roy Damanik dan unit Ekonomi Danres Saragih.

Turut hadir Kepala Sekolah SMA Swasta Teladan Medan H Kasto Nadir SPd.I dan Kepala Sekolah SMK Drs Rusman Manurung, H Kasto yang mengaku bahagia dan gembira dengan kehadiran Tim Goes to School Harian SIB. Terlebih di sekolah tersebut mengangkat sejumlah siswa-siswi menjadi jurnalis untuk mengisi berita-berita di buletin sekolah.

“Lewat kehadiran tim dari SIB untuk memberi pemahaman tentang jurnalistik bisa menambah pengetahuan anak-anak tentang bagaimana meliput berita, khususnya para jurnalis sekolah, pengetahuan mereka makin bertambah,” kata H Kasto.

Kepsek SMA Rusman Manurung mengaku, kerjasama dengan Harian SIB selama ini sudah sangat baik. Beberapa kegiatan di perguruan selalu dipublikasi wartawan SIB dengan baik. Perguruan Swasta Teladan Medan Tembung sudah menjadi rintisan sekolah bertaraf internasional dan barometer pendidikan di Sumut.

“Perguruan ini salah satu dari tiga sekolah lanjutan atas di Indonesia yang sudah melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun 2015 dengan jumlah peserta UNBK yang terbanyak,” terangnya.

Sekitar 2000 siswa SMA dan SMK Swasta Teladan hadir dalam acara Goes to School, karena bertepatan sekolah menyelenggarakan “Expression Day” yang dilaksanakan setiap Sabtu. Ribuan pelajar tersebut tekun mendengarkan pemaparan dasar-dasar jurnalistik yang disampaikan Wakil III Pemred Anton Panggabean, Kepala Biro I Martohap Simarsoit, Roland Tambunan dan Firdaus Peranginangin.

Pada sesi tanya jawab, sejumlah pelajar yang menjadi jurnalis sekolah seperti Zulaika Nuristi, Zulaikha Endah, Izhar Hanafi Ray, Funny, Anisa Santiawan dan Andre Yudha Putra memberi pertanyaan tentang cara melakukan peliputan berita peristiwa, payung hukum para jurnalis sampai tentang berita opini.

Martohap Simarsoit menjelaskan, wartawan dalam peliputan sehari-hari dilindungi oleh UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Dalam pemberitaan harus berimbang, ada konfirmasi (check and recheck) karena pemberitaan tidak boleh sepihak. Ada pelajar yang bertanya, jika ada kecelakaan, tapi keluarga korban tidak mau diberitakan. Martohap menjawab, kalau berita peristiwa seperti kecelakaan harus diliput diminta atau tidak, tidak ada yang boleh melarang.

Anton Panggabean menjelaskan bahwa dasar membuat berita adalah 5 W +1 H, yaitu what (apa kejadiannya), where (dimana), when (kapan), who (siapa), why (kenapa) dan How (bagaimana peristiwa itu). “Itulah dasar-dasar ilmu jurnalistik yang harus dipedomani,” ungkap Anton.

Anton Panggabean juga menyampaikan bahwa program Goes to School ini dilaksanakan dalam rangka HUT Emas Harian SIB pada 9 Mei 2020. Harian SIB berkunjung ke sekolah-sekolah untuk menerima masukan dari kaum milenial khususnya para pelajar apa yang harus dibenahi dalam surat kabar agar mereka tertarik membacanya. Terlebih semakin berkembangnya media sosial dan cyber.

Selain itu, mantan anggota DPRD Medan ini mengingatkan agar para pelajar hati-hati menggunakan media sosial lewat ponsel android. Karena kalau membuat berita hoaks atau perkataan yang melanggar hukum bisa dijerat UU ITE dan bisa dipidana atau masuk penjara. (M10/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru