Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 09 April 2026
Ketua DPRD Simalungun Timbul Jaya Sibarani:

Varian Baru Virus Corona Lebih Berbahaya, Perkuat Ketahanan Pangan

Redaksi - Rabu, 30 Desember 2020 20:29 WIB
472 view
Varian Baru Virus Corona Lebih Berbahaya, Perkuat Ketahanan Pangan
Foto Dok/Timbul Jaya Sibarani
Timbul Jaya Sibarani
Simalungun (SIB)
Ketua DPRD Simalungun Timbul Jaya Sibarani menilai dampak penularan varian baru virus corona sangat berbahaya, sehingga perlu antisipasi untuk pencegahannya.

"Pemerintah pusat harus mempertimbangkan kunjungan-kunjungan wisatawan dari luar negeri. Kita dengar, penularan varian baru virus corona lebih cepat dan lebih berbahaya," kata Sibarani di Pamatangraya, Selasa (29/12).

Masyarakat Kabupaten Simalungun juga diminta mewaspadai kehadiran orang-orang pembawa varian baru virus corona atau riwayat perjalanannya tidak jelas.

Sebagaimana diketahui, 6 negara di Asia mengonfirmasi masuknya varian baru virus corona yaitu Malaysia, Singapura, Jepang, Lebanon, Jordania dan Korea Selatan.

"Ini menjadi perhatian kita. Seluruh masyarakat Kabupaten Simalungun supaya hati-hati, tetap menjaga kesehatan," ujarnya.

PERKUAT KETAHANAN PANGAN
Timbul Jaya Sibarani mengatakan, belum ada yang bisa memastikan kapan berakhirnya wabah virus corona (Covid-19) dan varian baru virus corona. Karenanya, diperlukan penguatan ketahanan pangan yang berkelanjutan untuk mengantisipasi kelangkaan bahan pangan pada masa mendatang.

Dalam rangka peningkatan ketahanan pangan, pemerintah dinilai harus memberikan suport atau dukungan bantuan kepada petani. Namun, bentuk bantuan perlu dikaji.

"Kita apresiasi pemerintah yang selama pandemi Covid-19 ini memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat. Tapi, strateginya perlu dievaluasi.

Kita harapkan, ke depan lebih memfokuskan terhadap ketahanan pangan. Bantuan-bantuan lebih menyentuh untuk peningkatan sentra-sentra produksi pertanian seperti bibit, pupuk, alat-alat pertanian dan lainnya," urai Sibarani.
Menurutnya, petani merupakan pahlawan dalam memperkuat ketahanan pangan, sehingga patut mendapat atensi serius dari pemerintah.

"Lahan pertanian kita sangat luas. Itu layak diproduksi maksimal agar di tengah pandemi Covid-19 tidak muncul masalah baru seperti sulitnya atau mahalnya mendapatkan pangan," tutup Sibarani. (S05/c)

Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

Gunungsitoli(harianSIB.com)Kebakaran hebat melanda deretan toko di Jalan Gomo, Kota Gunungsitoli, Kamis (9/4/2026). Sedikitnya lima unit tok