Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Video Dugaan Suap Bupati Nias Barat Kembali Ramai Diperbincangkan di Medsos

* Faduhusi Daely: Itu Sudah Selesai
Redaksi - Senin, 04 Januari 2021 20:20 WIB
601 view
Video Dugaan Suap Bupati Nias Barat Kembali Ramai Diperbincangkan di Medsos
Foto: Dok/Youtube
DUGAAN SUAP: Bupati Faduhusi Daely tampak mengambil sejumlah uang dari atas mejanya yang diserahkan oleh seorang rekanan. Uang itu diduga suap atau gratifikasi sebesar 5 persen dari proyek Rp 150 juta. 
Nias Barat (SIB)
Video penyerahan sejumlah uang yang dilakukan seorang rekanan kepada Bupati Nias Barat pada tahun 2016 lalu , diduga merupakan uang suap atau gratifikasi untuk fee proyek sebesar Rp 150 juta, belakangan ini kembali ramai diperbincangkan di media sosial.

Dalam video yang diunggah melalui aplikasi Youtube itu, tampak si rekanan menyerahkan uang sebesar Rp 7,5 juta dengan meletakkan di atas meja sembari mengatakan, bahwa uang yang diserahkan adalah 5 persen dari Rp 150 juta, sedangkan 5 persen lagi sudah diserahkankanya kepada pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Uang itu kemudian diambil bupati dan langsung memindahkankannya ke balik mejanya. Pada perbincangan mereka, sirekanan juga meminta kepada bupati agar kerabatnya ditempatkan di salahsatu Dinas. Bupati kemudian menyetujui dan meminta SK terakhir yang bersangkutan, agar segera diproses.

Bupati Nias Barat Faduhusi Daely yang dikonfirmasi, Minggu (3/1) mengatakan bahwa persoalan itu sudah selesai dan yang memviralkan kembali adalah orang yang tidak ada kerjaan."Biarkan saja, itu sudah selesai. Tidak ada kerjaan," katanya membalas konfirmasi wartawan.

Menurut Faduhusi, video itu terjadi pada tahun 2016. Hal itu dikatakan bukanlah suap melainkan sumbangan untuk pembangunan gereja.

"4 tahun yang lalu itu Agustus 2016. Itu bukan suap tapi sumbangan kepada panitia pembangunan gereja ONKP Onowaembo 5 juta dan ini sudah beberapa kali diklarifikasi pihak lain dan itu sudah selesai. Semuanya ini penuh dengan muatan politis," katanya

Menanggapi hal itu, tokoh pemuda Nisbar Petrus Gulo berpendapat bahwa selagi kasus itu tidak ada kejelasan dari penegak hukum, maka masyarakat akan terus membagi-bagikan video itu dengan tujuan untuk mempertanyakan kejelasan statusnya. Apalagi kasus itu pernah dilaporkan di Kejari Gunungsitoli, bahkan tahun lalu ada aksi demonstrasi untuk mempertanyakan penanganan kasus itu.

"Video itu sudah beredar luas, bahkan setahu saya sudah ada laporan kepada penegak hukum. Makanya wajar saja masyarakat bertanya-tanya dengan berbagai cara baik membagikan kembali video dengan akun asli maupun akun palsu. Apalagi suap itu kan sebuah kejahatan, maka masyarakat menunggu tindakan dari penegak hukum," kata Petrus. (N03/c)

Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

Gunungsitoli(harianSIB.com)Kebakaran hebat melanda deretan toko di Jalan Gomo, Kota Gunungsitoli, Kamis (9/4/2026). Sedikitnya lima unit tok