Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

Buku Gema Lobat Tanoh Sulang Silima Meraih Buku Terbaik Nasional

Redaksi - Selasa, 19 Januari 2021 19:24 WIB
819 view
Buku Gema Lobat Tanoh Sulang Silima Meraih Buku Terbaik Nasional
Foto Dok/Disparbudpora Dairi
BERFOSE: Ahmad Ujung dan Edison Malau berfose di Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, saat mencari berbagai data untuk keperluan penerbitan buku. 
Sidikalang (SIB)
Buku antologi puisi berjudul Gema Lobat Tanoh Sulang Silima menjadi buku terbaik versi Komunitas Penulis Sastra Indonesia (KPSI) pada awal Januari 2021. Buku yang berisi puisi Bahasa Pakpak, Bahasa Toba dan Bahasa Indonesia tersebut meraih juara 1 dari puluhan buku lainnya.

Hal ini disampaikan penulisnya Edison Malau dan Ahmad Ujung kepada SIB Senin (18/1) di Sidikalang. Diakui keduanya, buku tersebut juga sudah mengantarkan mereka menjadi nara sumber dalam Seminar bertajuk “Apa Kabar Sastra Daerah” yang diselenggarakan secara online Minggu 17 Januari 2021.

“Kami hanya berniat baik dan memulai berkarya. Ternyata mendapat respon baik dari juri sehingga meraih buku predikat buku terbaik dan juara 1. Demikian juga apresiasi penerbit Arashi Group sampai menggelar seminar dan membuat kami jadi nara sumber,” ujar Ahmad.

Ahmad menambahkan, kegigihan menulis dan memperkenalkan sastra daerah merupakan langkah awal yang mereka kerjakan. Saat ini, mereka juga rutin mengikuti berbagai lomba puisi yang nantinya akan dibukukan secara nasional.

“Kami juga mengajak seluruh warga Dairi yang mau dan berminat untuk berkarya, ikut bergabung dalam ‘rumah’ yang kami sebut dengan ‘Sapo Pustaka Dairi’, tanpa memandang apapun. Kita berharap, Sapo Pustaka Dairi nantinya dapat menetaskan penulis-penulis muda yang menjaga kelestarian adat dan budaya Pakpak melalui sastra,” tambahnya.

Ujung mengakui, saat ini buku Gema Lobat Tanoh Sulang Silima telah selesai cetak dan dalam proses pengiriman. Menurutnya, sastra daerah yang berupa mantera merupakan salah satu keunikan yang dimiliki buku tersebut dan tidak ada dalam buku lain. Puisi bahasa daerah langsung diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.

“Salah satu keistimewaan mantera dalam puisi atau karya tulis adalah, kata atau kalimat tersebut dikategorikan menjadi diksi dengan arti yang sangat multi tafsir. mantera saat dituliskan atau diucapkan, dengan sendirinya akan berkembang dan berubah menjadi doa yang baik kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” imbuhnya. (K04/a)

Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru