Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Menyusul Aksi Unjuk Rasa, Forkopimca Silima Pungga-pungga Gelar FGD Bahas Dampak Kehadiran Perusahaan Tambang

Redaksi - Sabtu, 08 Mei 2021 20:45 WIB
879 view
Menyusul Aksi Unjuk Rasa, Forkopimca Silima Pungga-pungga Gelar FGD Bahas Dampak Kehadiran Perusahaan Tambang
Foto/SIB Tulus Tarihoran
FGD: Elemen masyarakat terdiri dari kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda perwakilan perempuan saling menyampaikan pendapat kehadiran perusahaan tambang PT DPM, pada FGD, Sabtu (8/5/2021) di aula kantor Camat Silima Pungga
Sidikalang (harianSIB.com)

Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Silima Pungga-pungga Dairi menggelar focus group discussion (FGD) menjawab isu berkembang keberadaan perusahaan tambang PT Dairi Mineral Prima (PT DPM) di Kecamatan Silima Punggapungga, Sabtu (8/5/2021) sore di aula kantor camat.

FGD turut dihadiri beberapa kepala desa yang berada, tokoh masyarakat, tokoh adat, mewakili perempuan, tokoh pemuda, tokoh agama yang berada di daerah lingkar tambang. Diskusi dipandu Camat Silima Punggapungga, Horas Pardede didampingi Kapolsek Parongil, Iptu Hotman Purba, Danramil Parongil Kapten Inf Tumbur Aritonang dan hadir sebagai narasumber General Manajer PT BSM, Achmad Zulkarnaen didampingi External Manajer PT DPM, Holy Nurrahman, Manajer CSR PT DPM, Budi Situmorang.

Pada forum tersebut, peserta diskusi saling menyampaikan aspirasi, dukungan dan persoalan yang ada di tengah masyarakat, termasuk penuntasan tentang HKBP Sikhem, mengutamakan putra daerah pada perekrutan tenaga kerja, dan pihak perusahaan diminta lebih intens untuk mensosialisasikan dampak kehadiran tambang timah hitam dan zink itu.

Achmad Zulkarnaen dan Holi Nurrahman mengatakan, meminta masyarakat tidak mudah termakan provokasi. Kehadiran PT DPM di Dairi pemegang izin kontrak karya, karena diwajibkan melakukan study kelayakan melalui penelitian kemasyarakatan dan kajian- kajian lainnya.

Sementara itu, Camat Silima Pungga-pungga, Horas Pardede mengatakan, elemen masyarakat diundang dan pihak perusahaan, membahas persoalan- persoalan yang ada di tengah- tengah masyarakat. Sekaligus mencari solusi terbaik ke depan.

Sebelumnya ada unjuk masyarakat rasa menolak tambang tersebut di Sidikalang. Mereka menyampaikan berbagai dampak negatif jika tambang tersebut operasional. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru