Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 15 April 2026

Aksi Protes Puluhan Pemilik Apartemen TRC Terhadap Pengelola Berlangsung Ricuh

Redaksi - Rabu, 15 September 2021 17:01 WIB
465 view
Aksi Protes Puluhan Pemilik Apartemen TRC Terhadap Pengelola Berlangsung Ricuh
(Foto SIB/Dok/Lamru)
Ricuh : Aksi protes para pemilik apartemen TRC, Selasa (14/9) di Lantai I gedung itu berlangsung ricuh.
Medan (SIB)
Aksi protes sekira 50 pemilik apartemen The Reiz Condo (TRC) di Jalan Tembakau Deli Kelurahan Kesawan Kecamatan Medan Barat terhadap pengelola apartemen di lantai 1 berlangsung ricuh, Selasa sore (14/9).

Suasana gaduh terjadi ketika sejumlah penghuni berkumpul di lantai 1. Saat itu pemilik bertemu dengan pihak pengelola, Chief Tenant Relation apartemen TRC Connie Franskia. Salah seorang pemilik apartemen di lantai 18, Rahmat spontan memanggil dan mempertanyakan kepada Conny kenapa akses lift miliknya diblokir.

Pertanyaan Rahmad tidak mendapat jawaban yang jelas dari Conny, bahkan Conny pun terkesan menghindar. Melihat itu, Rahmad mengikuti langkahnya hingga ke lift. Lift tak bisa tutup karena Rahmat berdiri di pintu minta penjelasan.

Kemudian dilakukan pertemuan antara pemilik dan pihak manajemen TRC di ruang meeting. Saat berlangsung pertemuan di ruang meeting terdengar suara keras. Berselang 1 jam, rapat pun bubar tanpa menghasilkan kesepakatan apapun.

Keributan kembali terjadi saat pihak pengelola melontarkan ucapan kalau pun sudah bayar, sebelum dilakukan AJB belum tentu mereka pemiliknya.

Mendengar itu, kemarahan Dedek dan akhirnya berang dan melontarkan protes keras. "Apa kau bilang, bukan pemilik," ujarnya seraya mengaku sudah melunasi apartemennya. Aksi pukul meja pun terjadi dengan menggunakan botol mineral.

Namun suasana tetap terkendali karena puluhan security tetap menjaga keamanan, ditambah lagi kesigapan pihak Kepolisian tetap mengawasi agar jangan terjadi tindak kekerasan.

Perwakilan manajemen TRC, Haris, Conny dan Nico yang sebelumnya ikut dalam pertemuan berusaha menghindar dari kerumunan warga pemilik. Namun, pemilik tetap membuntuti gerak perwakilan manajemen. Para pemilik tetap protes dan menuntut ada solusi dan buka akses lift.

"Saat ini juga harus ada keputusan. Akses lift harus dibuka. Dan kami mau bayar apabila ada transparansi keuangan," ujar Rahmat. Berkat bujukan Kepolisian dan pengacara pihak pemilik, pertemuan kembali digelar di ruang meeting. Akhirnya pertemuan berakhir dengan sejumlah kesepakatan.

Kepada wartawan, pengacara pemilik apartemen Khilda Andayani mengatakan hasil pertemuan disepakati bahwa akses blokir lift dibuka. Pihak penghuni bersedia membayar iuran sebelumnya dan ke depannya bila pihak pengelola transparan memberikan laporan keuangan terkait kutipan.

"Minggu depan pihak pengelola sudah sepakat akan memberikan laporan soal penggunaan kutipan iuran. Pada saat itu juga pemilik bersedia bayar, atau melunasinya," sebutnya.

Pada kesempatan itu, Chief Tenant Relation apartemen TRC Conny menyampaikan alasan pemblokiran akses lift, karena penghuni tidak membayar iuran. (A12/f)



Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru