Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Proyek Pengendalian Banjir Desa Tanjung Pasir Labura Terancam Tidak Selesai

* Kepala UPT: Terimah Kasih Infonya
Redaksi - Jumat, 19 November 2021 15:11 WIB
562 view
Proyek Pengendalian Banjir Desa Tanjung Pasir Labura Terancam Tidak Selesai
(Foto: SIB/Jepri Nainggolan)
ALAT BERAT BEKO: Satu unit alat berat beko sedang beroperasi mematangkan lahan dan mengeser batu padas untuk pondasi bronjong di Dusun Huta, Desa Tanjungpasir, Kecamatan Kualuhselatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, terancam tidak selesa
Aekkanopan (SIB)
Proyek pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan pengaman sungai dan perkuatan tebing sungai kualuh di Dusun Huta, Desa Tanjungpasir, Kecamatan Kualuhselatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, senilai Rp 2 M lebih terancam tidak selesai. Pasalnya, proyek pengendalian banjir masih tahap pematangan lahan. Sementara waktu tersisa hanya satu bulan lebih.

Pantauan wartawan, Selasa (16/11) diplank proyek tertulis Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang UPT Irigasi Kualuh Barumun, panjang 170 meter, pelaksana CV Putra Jaya Mandiri, nilai kontrak Rp 2.528.759.416.55, konsultan supervisi CV Cipta Mangun Matra, mulai 2 september, selesai 31 Desember 2021. Terlihat alat berat beko sedang beroperasi mengeser batu padas untuk material pondasi bronjong. Tumpukan batu padas muda dan tua menumpuk dipinggiran sungai. Kayu hutan untuk cerocok dipancangkan di aliran sungai. Sebagian lagi masi menumpuk dipinggiran sungai. Kawat bronjong baja yang belum dirakit menumpuk dibagian atas tanah pinggiran sungai. Pihak pengawas dari dinas terkait dan konsultan tidak terlihat dilapangan.

Menurut Hasibuan warga setempat pengerjaan itu baru dua minggu dikerjakan pihak rekanan dan hampir lima tahun warga menunggu pembangunan pengendalian banjir dan pengaman sungai terlaksanakan. Selama ini dikhawatirkan warga, terjadi abrasi dan banjir serta mengkikis badan jalan sarana vital setiap hari. "Masalah waktu pekerjaan sebenarnya diplank proyek dimulai bulan Oktober, namun dikerjakan bulan November, sudah terlambat satu bulan, kita khawatir pekerjaan terancam tidak selesai sampai bulan Desember," katanya.

Sementara, Kepala UPT Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang Kualuh Barumun Rantauprapat, Wijaya Hasrimi ST dikonfirmasi, Kamis (18/11) via seluler berulang kali tidak bisa dihubungi. Via WhatsApp mengatakan, terimah kasih infonya. (E8/a)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru