Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Ketua FN DPRD SU: Sangat Miris Indonesia Produsen Terbesar CPO Terjadi Kelangkaan Migor

Redaksi - Jumat, 18 Februari 2022 14:47 WIB
330 view
Ketua FN DPRD SU: Sangat Miris Indonesia Produsen Terbesar CPO Terjadi Kelangkaan Migor
Foto: Ist/harianSIB.com
Ketua Fraksi Nusantara (FN) DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga
Medan (SIB)
Ketua Fraksi Nusantara (FN) DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga mengaku sangat miris melihat terjadinya kelangkaan Migor (minyak goreng) di daerah ini. Padahal Indonesia merupakan produsen terbesar Crude Palm Oil (CPO) di dunia.

"Hal ini benar-benar aneh. Kita tidak tau ini ulah siapa sehingga Migor langka, bahkan menghilang di pasar-pasar tradisional maupun modern. Jikapun ada, harganya melambung tinggi. Tidak ada lagi Migor harga subsidi," tegas Zeira Salim Ritonga kepada wartawan, Kamis (17/2) melalui telepon di Medan.

Zeira bahkan bertanya-tanya, apakah kelangkaan Migor ini ada kaitannya dengan program pemerintah yang sangat agresif mengembangkan biodiesel melalui program B30 dari sawit.

"Program ini diklaim menguntungkan negara melalui penambahan devisa sebesar Rp48 triliun, sebab 30 persen bahan baku untuk pembuatan solar diperoleh dari komoditas kelapa sawit Indonesia," tandas Bendahara DPW PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Sumut itu.

Sementara di satu sisi, tambah anggota Komisi B ini, permintaan CPO dari luar negeri meningkat pesat, sehingga memberikan sumber devisa terbesar untuk negeri ini.

"Di sini menjadi pertanyaan kita. Apakah dengan permintaan eskpor naik, sehingga pemerintah lupa memenuhi kebutuhan dalam negeri atau memang permainan spekulan mafia CPO yang akhirnya Migor terjadi langka di mana-mana," tandas Zeira Salim.

Berkaitan dengan itu, Zeira berharap kepada pemerintah untuk segera mencari akar masalahnya, untuk menghindari keresahan masyarakat, terutama kaum ibu rumah tangga yang saat ini sangat kesulitan mendapatkan Migor dengan harga subsidi di pasaran.

"Pemerintah dalam hal ini harus bergerak cepat dan tepat mengatasi kelangkaan tersebut, karena bisa memicu gejolak sosial di tengah-tengah masyarakat, apabila kebutuhan pokok rakyat tidak terpenuhi," ujar Zeira Salim. (A4/a)


Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru