Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 Juli 2026

Kasus Ukraina akan Menjadi Alat Revitalisasi Industri di Eropa

Redaksi - Selasa, 15 Maret 2022 13:50 WIB
332 view
Kasus Ukraina akan Menjadi Alat Revitalisasi Industri di Eropa
Foto: Istimewa
Anis Matta.
Jakarta (harianSIB.Com)

Kasus Ukraina akan menjadi alat revitalisasi Industri di Eropa, karena pengungsi akan menghasilkan tenaga kerja yang murah. Sementara sifat dari perang supremasi, yang berkuasa memastikan yang lain tidak tumbuh, tetapi pihak lain tidak mau juga dicekik terus .

Ketua Umum DPP Partai Gelora Indonesia Anis Matta menyatakan hal itu dalam acara Cerita Kopi, Minggu malam (13/3/2022) dengan tema "Kupas Tuntas Konflik Rusia-Ukraina", di Jakarta, sebagaimana dikutip Jurnalis Koran SIB Jamida Habeahan.

Menurutnya bagi Amerika, Rusia adalah musuh dalam perlombaan senjata dan militer, sedangkan China sebagai musuh dalam ekonomi.

Dikatakan, dalam sejarah Barat, krisis ekonomi selalu diselesaikan dengan Perang. Contohnya Perang Dunia I dan PD II latar belakang utamanya adalah ekonomi. Secara perlahan, Ukraina terkepung habis. Putin masuk ke Ukraina dengan menghindari perang kota. Tetapi yang dihancurkan adalah infrastruktur, tidak seperti Amerika yang masuk ke Afghanistan.

“ Model perang begini, tidak menimbulkan korban yang banyak, tetapi menciptakan arus pengungsi. Faktanya sekarang sudah ada sekitar 2,5 juta pengungsi “ kata Anis Matta sembari meyebutkan, situasi ini penting dimengerti dan orang menduga Putin gagal memenangkan perang dalam waktu singkat.

Dikatakan, ada ancaman keamanan pangan dan keamanan energi yang dahsyat. Anis melihat bahwa ketahanan pangan Indonesia sangat rapuh. Bukan hanya kelangkaan produksi, tapi harganya pun tinggi. Makanya, yang perlu diwaspadai Indonesia adalah adanya Pandemi, krisis ekonomi, perang supremasi dan ada Climate Change (ancaman bencana).

“ Bayangkan apa yang mungkin dilakukan para pemegang tombol nuklir ini, karena biasanya situasi seperti ini, akan berlanjut pada pembentukan aliansi - aliansi global yang baru” kata Anis Matta sambil menambahkan, dalam kondisi seperti ini, China tentu akan semakin dekat dengan Rusia, walaupun yang akan menanggung dampaknya adalah Uni Eropa, karena perang terjadi dalam kawasan mereka.

Diprediksi, Indonesia akan terseret dalam upaya pembentukan aliansi baru. Itulah sebabnya, Partai Gelora mendorong Indonesia menjadi kekuatan ke-5 besar dunia, supaya tidak terseret seperti Ukraina.

Disebutkan, sekarang defisit APBN kita sebenarnya 5-6%. Fakta seperti ini, tidak bisa terlalu lama disembunyikan, karena pada suatu waktu akan menjadi titik ledak, jika tidak tertangani dengan baik dan cermat. (*)


Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru