Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 15 April 2026

TRC-PB Ungkap Bencana Banjir di Sumut Karena Rusaknya Vegetasi Hulu

Redaksi - Jumat, 29 April 2022 11:41 WIB
293 view
TRC-PB Ungkap Bencana Banjir di Sumut Karena Rusaknya Vegetasi Hulu
Foto : John Doddy Hidayat
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Sumut.
Medan (SIB)
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Sumut mengungkap hasil kajian dan riset lokal terhadap kondisi dan frekuensi banjir rutin di daerah ini, bahwa dominasi penyebab terjadinya banjir di Sumut dan Medan adalah rusaknya objek-objek perlindungan dan pemeliharaan vegetasi alam sebagai penahan air di kawasan hulu.

Pejabat widyaswara Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) Wilayah-I Sumut Aziz Piliang dan Ketua Komunitas Siaga Bencana (Kogana) Provinsi Sumut, Benny Yudi Purnama, menyatakan TRC-PB di Sumut terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD—Provinsi Sumut dan Kota Medan), BMKG, Kogana Sumatera Utara yang didukung 75 klub atau komunitas relawan tanggap bencana yang ada di Sumut dan tingkat Kota Medan.

“Kawasan hulu yang terdekat dengan Kota Medan sekitarnya yang sebagai parameter besar-kecilnya banjir adalah wilayah Tuntungan. Selain pola cuacanya labil sehingga curah hujan bervariasi agak ekstrim, juga dipengaruhi tekstur alam yang dikitari Pegunungan Bukit Barisan. Ini memang faktor alami tapi sudah didukung verifikasi data BMKG dengan kisaran 70 persen hingga 75 persen terfakta benar (prediksi tepat),” katanya kepada pers di Medan, Rabu (27/4).

Dia memaparkan hal itu dalam paparan kajian dan edukasi publik tentang aksi cepat tanggap dan tindak mitigasi bencana banjir, kepada 160 peserta dari 64 komunitas relawan tanggap bencana, di kompleks Institut Taman Cadika (ITC) Medan Johor. Hadir antara lain Kepala BPBD Kota Medan Moh Husni ST dan Kepala Basarnas Medan Toto Mulyono SE.

Kajian komprehensif TRC-PB yang didukung kutipan Laporan BMKG pada data terkini, sampel cuaca pada posisi tiga hari berturut-turut (19-21 April 2022) menunjukkan fakta banjir sangat dominan diakibatkan tingginya intensitas hujan di kawasan hulu, sehingga dominan dampaknya adalah meluapnya air Sungaideli yang melintasi (membelah) kota Medan.

Benny Yudi Purnama, Ketua Kogana Sumut, bersama rekannya Syahmadi dan Agusta Firmansyah dari TRC-PB, mengungkap rilis terkini (update resume) cuaca Sumatera Utara pada 21 April 2022 jam 00:00 WIB yang dilanda hujan tingkat sedang hingga deras disertai kilat-petir dan angin kencang menyerang puluhan kawasan Kota Medan, yaitu: Medan Kota, Medan Sunggal, Medan Helvetia, Medan Denai, Medan Barat, Medan Deli, Medan Tuntungan, Medan Belawan, Medan Amplas, Medan Area, Medan Johor, Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Tembung, Medan Maimun, Medan Polonia, Medan Baru, Medan Perjuangan, Medan Timur, Medan Selayang.

Di wilayah Kabupaten Deliserdang: hujan beruntun berdampak banjir terjadi di Sibolangit, Kutalimbaru, Pancurbatu, Namorambe, Sibiru-biru, STM Hilir, Bangunpurba, Galang, STM Hulu, Patumbak, Delitua, Sunggal, Hamparanperak, Labuhandeli, Percut Seituan, Batangkuis, Beringin, Tanjung Morawa, Lubukpakam, Pagarmerbau, dan Pantailabu.

Sebelumnya, hujan lebat pada 20 April jam 03:30 WIB yang juga disertai kilat-petir dan angin kencang mulai pukul 15:15 WIB, terjadi di Kabupaten Karo meliputi Tigapanah, Merek, Payung, Simpangempat, Kutabuluh, Namanteran, Munte, Juhar, Tigabinanga, dan Tiganderket.

“Monitor dan kajian TRC-PB plus Tim Pemantauan Daerah Rawan Banjir (DRBB) juga menunjukkan luapan Sungaideli akibat tingginya curah huan di kawasan hulu yang mengenangi sebagian pemukiman warga di sekitar Jalan Brigjen Katamso, Gang Bidan, Merdeka, Lingkungan 8 dan 9 Kelurahan Seimati, Medan Maimun. Namun, di sini masih terkendali karena evakuasi nihil dan tak ada korban jiwa walau ketinggian air mencapai 90 ke 110 sentimeter,” papar Benni.

Selain wilayah Kabupaten Karo seperti Bukit Deleng Sibuaten, Doulu dan Tahura Tongkeh, area hulu vegetasi di Sumut juga meliputi wilayah Delierdang seperti Sibolangit dan wilayah cagar alam sekitar, kawasan Langkat seperti Bohorok dan Bukit Lawang (sekitar TNGL). (A5/d)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru