Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026
Volume LPG 3 Kg Sering Berkurang

Karang Taruna Kampungrakyat Demo SPPBE PT Tolan Labusel Gassum

- Jumat, 31 Oktober 2014 13:22 WIB
1.071 view
Karang Taruna Kampungrakyat Demo SPPBE PT Tolan Labusel Gassum
SIB/Rudi Afandi Simbolon
Massa Karang Taruna Kecamatan Kampungrakyat melakukan aksi unjuk rasa di depan SPPBE PT Tolan Labusel Gassum, Kamis (30/10). Mereka meminta pihak Pertamina melakukan pengecekan kembali gas yang beredar di tengah masyarakat.
Kampungrakyat (SIB)- Puluhan massa yang tergabung dalam Karang Taruna Kecamatan Kampungrakyat, Kamis (30/10) kembali unjukrasa di depan SPPBE (Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji) PT Tolan Labusel Gassum. Mereka meminta agar pihak SPPBE melakukan penimbangan kembali gas yang beredar di tengah masyarakat.

Kordinator aksi Andi Syahputra SPdi mengatakan, warga sering menemukan tabung gas bersubsidi kemasan 3 kg isinya tidak sesuai dengan kapasitasnya, bahkan diterima dengan keadaan kosong namun memiliki segel yang belum rusak.

"Kami menduga pihak SPPBE dengan Pertamina bersekongkol untuk melakukan penyulingan gas dari subsidi ke non subsidi untuk meraih keuntungan lebih besar," katanya.

Menurutnya, tidak ada kekurangan volume gas melainkan banyak agen yang tidak memiliki pangkalan diduga sarat dengan monopoli pengusaha SPPBE dengan agen seperti di Kecamatan Torgamba, sehingga harga gas melambung tinggi di masyarakat.

"Hal inilah yang mengakibatkan harga melambung hingga Rp 30 ribu bahkan Rp 45 ribu ke masyarakat," katanya.

Dia berharap, pihak kepolisian khususnya Polsek Kampungrakyat melakukan penyelidikan, sebab tindakan yang dilakukan pihak SPPBE jelas merugikan masyarakat maupun negara. Selain itu pihak Pertamina pusat diminta mencabut izin SPPBE yang terindikasi melakukan pengurangan gas bersubsidi itu.

"Ini menjadi pertanyaan kita, pihak SPPBE telah mengakui segel ini milik mereka. Namun mereka tetap menolak gas yang beredar di tengah masyarakat untuk dilakukan pengukuran ataupun penimbangan kembali," katanya.

Aksi itu akhirnya diterima Humas SPPBE dan perwakilan Pertamina Kornel Sihombing. Mereka mengakui, pengisian yang dilakukan di SPPBE PT Tolan Labusel Gassum sudah sesuai dengan prosedur dimana isinya sebanyak 3 kg.

"Semua mobil agen yang masuk selalu dilakukan penimbangan," katanya.

Perwakilan SPPBE, yang hadir tetap enggan memenuhi permintaan massa untuk melakukan pengecekan tabung gas yang beredar di masyarakat yang dibawa oleh massa aksi itu. Massapun melanjutkan aksinya turun ke jalan sehingga menimbulkan kemacetan di Jalan lintas Tolan menuju Kotapinang. Aksi itu dilakukan agar pemimpin di Republik Indonesia dan Pertamina Pusat mengetahui adanya dugaan pencurian yang diduga dilakukan pihak SPPBE PT Tolan Labusel Gassum bersekongkol dengan Pertamina.

"Agar pemimpin negeri ini tahu kalau kecurangan telah terjadi di SPPBE PT Tolan Labusel Gassum dengan cara melakukan penyulingan. Kami akan kembali dengan massa yang lebih besar dan melanjutkan aksi di Pertamina Medan," katanya. (D16/q)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru