Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 01 Maret 2026
Ketua DPD Aspatan Sumut:

Mafia Pupuk Telah “Hancurkan” Masa Depan Petani di Sumut

* Jika Tidak Segera Diberantas, Dikuatirkan Kebutuhan Sayur dan Buah di Sumut Tidak Terpenuhi
Redaksi - Selasa, 17 Mei 2022 17:36 WIB
289 view
Mafia Pupuk Telah “Hancurkan” Masa Depan Petani di Sumut
Foto: SHUTTERSTOCK/SINGKHAM
Ilustrasi.
Medan (SIB)
Ketua DPD Assosiasi Pedagang dan Petani (Aspatan) Sumut Toni Togatorop SE MM menegaskan, mafia pupuk telah "menghancurkan" masa depan petani di daerah ini, sehingga aksi kejahatannya yang membuat pupuk langka harus segera diakhiri, agar aktivitas petani bercocok tanam bisa kembali normal.

"Kita berharap kepada aparat penegak hukum untuk memfokuskan pemberantasan mafia pupuk, karena terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi diduga ada keterlibatan mafia pupuk memborong pupuk jatah rakyat untuk dijual ke perkebunan besar dengan harga tinggi," tandas Toni Togatorop kepada wartawan, Senin (16/5) di Medan.

Toni kuatir, jika aksi kejahatan mafia pupuk ini tidak segera diberantas habis, dikuatirkan kebutuhan sayur-mayur dan buah-buahan di Sumut tidak lagi terpenuhi, karena sangat menyulitkan bagi petani bercocok tanam, jika hanya mengandalkan pupuk non subsidi yang harganya sangat tinggi.

Berkaitan dengan itu, mantan Ketua Fraksi Hanura DPRD Sumut ini berharap kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi segera melakukan pertemuan dengan unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Sumut, untuk bersama-sama dan satu bahasa memberantas mafia pupuk di Sumut.

Begitu juga Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Sumut, tambah penasihat sejumlah kelompok tani di wilayah Sumut itu, harus menyadari, keterpurukan pola diversifikasi berbagai tanaman, diakibatkan mahalnya harga pupuk dan langkanya pupuk bersubsidi, sehingga kebutuhan petani tidak terpenuhi.

"Ketersediaan pupuk tidak lain untuk menunjang program kedaulatan pangan, sehingga ketersedian beras maupun komoditi pertanian lainnya dapat terpenuhi," tandas Toni sembari menambahkan, yang terpenting bagi petani, kebutuhan pupuknya terpenuhi, agar aktivitasnya bertani tidak terganggu.

Toni bahkan mengusulkan kepada Pemprov Sumut dan DPRD Sumut untuk membuat cadangan ketersediaan pupuk bagi petani dengan mengalokasikan anggaran pembelian pupuk organik (kompos) di APBD Sumut. Jika sewaktu-waktu terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi, segera lepas pupuk organik ke petani.

"Kasihan petani jika terus dihadapkan dengan mafia pupuk. Pemprov Sumut dan DPRD Sumut harus cari solusi alternatif pengendalian kelangkaan pupuk dimaksud dengan menyalurkan pupuk organik kepada para petani, agar Sumut bisa berdaulat pangan dan petani semakin sejahtera," ujarnya. (A4/f)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru