Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Tiga Obyek Wisata Bernuansa Sejarah Raja Batak di Humbahas Dibenahi

- Minggu, 02 Februari 2014 13:20 WIB
2.298 view
Tiga Obyek Wisata Bernuansa Sejarah Raja Batak di Humbahas Dibenahi
SIB/Frans Koberty Simanjuntak
Benahi : Objek wisata sejarah Batak, Istana Raja Sisingamangaraja yang terdapat di Dusun Lumban Raja, Desa Simamora, Kecamatan Baktiraja, tahun ini akan dibenahi oleh Pemkab Humbahas. Foto dipetik, Sabtu (1/2).
Humbahas (SIB)- Pemkab Humbang Hasundutan (Humbahas) melalui Dinas Perhubungan dan Pariwisata tahun ini membenahi tiga objek wisata bernuansa sejarah Raja Batak Sisingamangaraja yang merupakan objek wisata andalan daerah itu dengan biaya ratusan juga rupiah ditampung di APBD Humbahas.

Ketiga obyek wisata yang tidak kalah menarik dibanding obyek wisata bertaraf nasional maupun internasional yang akan dibenahi itu adalah Istana Raja Sisingamangaraja di Dusun Lumban Raja Desa Simamora Kecamatan Baktiraja. Untuk membenahi obyek sejarah Batak ini, Pemkab Humbahas telah menganggarkan dana dari APBD TA 2014 sebesar Rp 250 juta.

Lokasi kedua objek wisata Aek Sipangolu di Desa Simangulampe Kecamatan Baktiraja dengan anggaran lebih kurang Rp 250 juta. Lokasi ketiga ialah pembenahan Markas Perjuangan Raja Sisingamangaraja XII di Dusun Pearaja Desa Sionom Hudon Sibulbulon Kecamatan Parlilitan dengan anggaran lebih kurang Rp 250 juta.

Kepala Dinas Perhubungan dan Pariwisata Humbahas melalui Kepala Bidang Pariwisata Nelson Lumban Toruan SH MHum kepada SIB di ruang kerjanya baru-baru ini menyampaikan, dibenahinya sejumlah obyek wisata sejarah Raja Batak tersebut bukan semata-mata untuk memperindah obyek wisata tersebut, melainkan juga untuk menjaga kelestarian sejarah.

“Kepariwisataan bukan hanya kecantikannya, namun kebesaran sejarahnya. Semua tahu daerah kita kaya sejumlah objek wisata sejarah Batak. Untuk itu kita membenahi dan menatanya. Intinya, dengan pembenahan kita mengingatkan bahwa Raja Sisingamangaraja berasal dari Humbahas dan dimakamkan di daerah ini,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, istana Sisingamangaraja yang akan dibenahi tahun ini adalah bekas istana Raja Sisingamangaraja I-XII (1530-1907) yang pernah dibakar pasukan Tuanku Rao (Bonjol) tahun 1825 dan pasukan Belanda tahun 1878 dan dibangun kembali oleh Pemerintah RI dan masyarakat sejak 1978. Di dalam istana terdapat makam Raja Sisingamangaraja X, makam Raja Sisingamangaraja XI, Ruma Bolon, Ruma Parsaktian, Sopo Bolon, Bale Pasogit dan Batu Siungkap-ungkapon.

Sementara obyek wisata Aek Sipangolu lanjutnya, terjadinya lokasi itu setelah Raja Sisingamangaraja I berhenti karena gajahnya kehausan, lalu Sang raja berdoa kepada Mulajadi Na Bolon dan menancapkan tongkat saktinya ke batu maka jadilah mata air. Mata air tersebut ternyata dapat menyembuhkan berbagai penyakit hingga dinamakan Aek Sipangolu (Air Kehidupan).

Adapun Markas Perjuangan Raja Sisingamangaraja XII di Kecamatan Parlilitan, katanya dulunya merupakan markas pertahanan Raja Sisingamangaraja XII yang dibakar pasukan Belanda tanggal 19 Juni 1907. Markas pertahanan tersebut dibangun bersama Bale Paerbataon, Bale Parsombaon, Pos Penjagaan 12 unit, Pea Aek Tugal yaitu mata air yang ditancapkan oleh Raja Sisingamangaraja XII. Perjuangan Raja Sisingamangaraja XII bersama pasukannya melawan penjajah Belanda di daerah itu berlangsung tahun 1885-1907. (F5/x)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru