Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Januari 2026

Rohaniawan Prihatin Sengketa Lahan di Pematangsiantar dan Simalungun

Redaksi - Jumat, 18 November 2022 11:59 WIB
386 view
Rohaniawan Prihatin Sengketa Lahan di Pematangsiantar dan Simalungun
(Foto: harianSIB.com/Andomaraja Sitio)
FOTO BERSAMA: Para rohaniawan foto bersama usai diskusi penyelesaian konflik lahan di Gurilla dan Sidamanik, di OH5 Jalan Pattimura, Pematangsiantar, Senin (15/11/2022) malam
Pematangsiantar (harianSIB.com)
Puluhan rohaniawan lintas denominasi gereja yakni GKPS, HKI, GKPI, HKIP, HKBP, GKI Sumut tergabung dalam Forum Rohaniawan untuk Edukasi dan Ekologi (Freedom) Siantar-Simalungun menyatakan prihatin atas konflik agraria yang terjadi di eks HGU PTPN III Kebun Bangun Gurilla Pematangsiantar.

Keprihatinan ini menjadi topik utama dalam diskusi para rohaniawan, di OH5 Jalan Pattimura, Pematangsiantar, Senin (15/11/2022) malam.

"Kami sangat prihatin atas okupasi lahan yang melibatkan aparat dan bahkan mendirikan barak di lokasi pemukiman warga," kata Pdt Meri dari HKI.

Forum rohaniawan meminta penyelesaian konflik agraria tersebut, mengedepankan dialog dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan humanis, tanpa intimidasi serta tekanan kepada masyakarat.

Selain konflik agraria di Gurilla, Forum Rohaniawan juga menyeroti konversi Kebun Teh Sidamanik menjadi kebun sawit, yang sebelumnya juga mendapat perlawanan dari masyakakat sekitar.

"Konversi tanaman teh ke sawit akan mengakibatkan krisis ekologi seperti ancaman banjir dan longsor di kawasan pemukiman warga. Kita mengharapkan PTPN IV menghentikan konversi penanaman sawit di Sidamanik," ujar Pdt Jon Winsah Saragih dari GKPS.

Pdt Dr Riris Johanna Siagian, dosen STT HKBP mengatakan, refleksi teologis pentingnya gereja dan rohaniawan hadir dalam pergulatan sosial kehidupan umat dan masyarakat.

"Rohaniawan dan gereja tidak cukup menyampaikan kabar baik dari atas mimbar, tapi harus turun dan peduli ke persoalan yang dihadapi masyarakat," katanya.

Sebagai informasi, diskusi tersebut sekaligus membentuk kepengurusan Freedom dengan memilih Pdt Firman Sibarani (HKI) sebagai ketua, Pdt Etika Saragih (GKPS) sebagai sekretaris dan Pdt Dr Riris Johanna (HKBP) sebagai bendahara.

Forum rohaniwan berkomitmen untuk turut berpartisipasi aktif dalam upaya menyelesaikan kedua konflik tersebut dengan dialog, humanis dan berbasis kebenaran. (*)




Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru