Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Dinas Ketapang Simalungun Gelar Bimbingan Usaha Pengolahan Ikan Red Devil di Tigaras

* 900 Alat Tangkap Diberikan kepada Nelayan
Redaksi - Selasa, 06 Desember 2022 20:16 WIB
331 view
Dinas Ketapang Simalungun Gelar Bimbingan Usaha Pengolahan Ikan Red Devil di Tigaras
(Foto: SIB/Revado Marpaung)
Kadis Ketapang Simalungun Robert Pangaribuan foto bersama nelayan usai menyerahkan bantuan alat tangkap (bubu) di Nagori Tigaras Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun, Senin (5/12). 
Tigaras (SIB)
Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Simalungun menggelar bimbingan dan penerapan persyaratan standar pada usaha pengolahan dan pemasaran skala mikro untuk ikan Red Devils kepada para nelayan dan kelompok di Nagori Tigaras Kecamatan Dolok Pardamean, Senin (5/12).

Pada kesempatan itu, Kadis Ketapang Simalungun Robert, Pangaribuan dalam arahannya menyampaikan salah satu upaya Dinas Ketapang sebagaimana yang telah disampaikan Presiden Jokowi untuk bersiap mengantisipasi krisis pangan tahun 2023 mendatang.

Maka dari itu, selain bimbingan pengolahan ikan red devil ini, pihaknya juga menyerahkan bantuan alat tangkap (bubu) sebanyak 900 unit untuk diberikan kepada nelayan di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon dan Dolok Pardamean.

Robert berharap, adanya bimbingan kepada 5 kelompok itu bisa menambah wawasan dan tentunya dengan tujuan mendongkrak perekonomian warga.

Kadis juga menambahkan, agar para nelayan bisa saling berkordinasi kepada para kelompok pengolahan ikan yang sudah dibekali untuk mengolah ikan red devil menjadi kerupuk, maupun ikan Crispy.

Selain itu Robert juga akan membuat program rutin, setiap 4 bulan akan menabur benih ikan di perairan Danau Toba untuk mengantisipasi kelangkaan ikan nila di Danau Toba setelah munculnya ikan predator red devil.

"Ke depan juga Kadis meminta agar nelayan yang mendapatkan lobster di atas 4 kilogram agar tidak mengambilnya, dan melepaskan kembali agar tetap menjaga populasi demi menyelamatkan krisis pangan dunia," katanya.

Penyuluh Perikanan wilayah Kabupaten Simalungun Ali Kasim Siregar SPi dalam paparannya mengatakan bahwa bimbingan ini merupakan salah satu upaya untuk dapat memanfaatkan ikan red devil yang saat ini berkembang di Danau Toba, agar dikelola menjadi kerupuk ikan, bakso ikan, ikan crispy, tepung ikan, pupuk cair serta bahan pembuatan pakan ikan dan ternak.

Diakuinya, sebagaimana kita ketahui awal munculnya sejak tahun 2019 ikan pemangsa dan predator di Danau Toba ikan red devil yang membuat para nelayan resah dan mengeluh karena sulit mendapat ikan nila dan lobster karena adanya ikan predator ini.

Melalui bimbingan pengolahan ikan red devil yang kita bekali kepada Kelompok Tunas Baru (Huta Bayu Raja), Srikandi (Tapian Dolok), Koperasi Jasa Nelayan (Girsang Sipangan Bolon), Sejahtera (Siantar), Harapan Baru (Dolok Pardamean) dapat menambah wawasan dan mendorong perekonomian masyarakat sekaligus salah satu upaya dalam menghadapi krisis pangan nasional, tutupnya. (D10/c)




Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru