Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Harga Pisang Barangan Mahal, Disebut-sebut Banyak dijual Ke Jawa dan Riau

Redaksi - Rabu, 19 April 2023 17:27 WIB
4.500 view
Harga Pisang Barangan Mahal, Disebut-sebut Banyak dijual Ke Jawa dan Riau
Foto: shutterstock/Nawal Karimi
Ilustrasi 
Medan (SIB)
Buah pisang barangan produksi Sumatera Utara akhir-akhir ini harganya mahal dan kualitas yang bagus mulai sulit ditemukan di pasar-pasar tradisional. Untuk kualitas bagus harganya Rp35.000 per sisir. Disebut-disebut, pisang barangan asal Sumut banyak dijual keluar yakni Jawa dan Kepulauan Riau.

Menurut pantauan SIB, Jumat (14/4) di pusat perbelanjaan mewah, harga pisang barangan cukup mahal dan dijual Rp23.000 per Kg. Satu sisir bisa memiliki berat 1,5 Kg lebih. Salah seorang penjual mengatakan kepada SIB, Jumat, pisang barangan yang dijualnya dari Kecamatan Sibiru-biru Deli Serdang. Sedangkan penjual yang mangkal di Jalan Mustafa mengatakan, pisang yang dijualnya produksi Percut Sei Tuan juga Kabupaten Deli Serdang.

Di Pasar Kampung.Durian, kualitas pisang barangan rata-rata sama ukurannya. Harganya mulai dari Rp14.000 hingga Rp22.000 per sisir. Ada juga ukuran besar harganya Rp25.000 hingga Rp27.000 per sisir.

Salah seorang pedagang kepada SIB mengatakan, Kamis (13/4) minimnya pisang barangan di Medan sekitarnya karena dijual ke luar Sumut. Harga jualnya lebih mahal ketimbang dijual di Medan.

“Pisang barangan produksi Sumut sangat diminati di luar provinsi ini,” ujar pria yang tak bersedia menyebutkan jati dirinya.[br]


Sementara itu data dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut menyebutkan, secara umum produksi pisang di Sumatera Utara dari triwulan I sampai triwulan II tahun ini rata-rata sebanyak 38.569 ton. Luas panen untuk semua jenis pisang 1.603 hektar.

Kabupaten yang menjadi daerah sentra produksi pisang di Sumut yakni Kabupaten Langkat, Deliserdang, Karo, Tapanuli Utara, Asahan, Mandailing Natal, Dairi, Serdang Bedagai, Humbang Hasundutan dan Simalungun.

"Jadi khusus data pisang barangan tidak ada, data yang itu merupakan produksi pisang secara keseluruhan," ungkap Yuspahri Perangin-angin, Kepala Sub Bagian Program, Akuntabilitas, dan Informasi Publik Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut kepada SIB, baru-baru ini. (A1/a)




Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru