Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Maret 2026

Begal di Medan, Rohaniawan Harap Anak Jangan Disodorkan dan Diajari Kekerasan

Redaksi - Kamis, 20 Juli 2023 12:01 WIB
335 view
Begal di Medan, Rohaniawan Harap Anak Jangan Disodorkan dan Diajari Kekerasan
Foto: HKBP Ressort Medan I Teladan/Joshua Sitanggang
Jambore Anak: Pendeta HKBP Ressort Medan I Teladan Pdt Robert Fernando Silaban MTh (tengah) melepas balon tanda dimulainya Jambore Anak Sekolah Minggu HKBP Ressort Medan I Teladan di kompleks gereja tersebut, Selasa (18/7), didampingi Ketua Panit
Medan (SIB)
Pendeta HKBP Ressort Medan I Teladan Pdt Robert Fernando Silaban MTh mengatakan, aksi begal memang harus ditangani dengan koersif. “Itu penanganan karena kondisi ‘darurat’ tapi sangat baik dilakukan preventif. Jangan sekali-kali mempertontonkan pada anak-anak kekerasan. Mulai dari rumah, keseharian di sekolah dan menu tontonan digital. Keseringan menyaksikan kekerasan ‘melatih’ anak untuk terbiasa dengan kekerasan hingga melakukan kekerasan. Muaranya... ya begal itu,” ujarnya ketika menutup Jambore Anak Sekolah Minggu HKBP Ressort Medan I Teladan di kompleks gereja, Rabu (19/7).

Menurutnya, anak harus sejak dini dilatih intelektualnya tapi itu bukan tujuan utama untuk kecerdasan karena harus dibarengi moral religi. “Yang paling utama dalam kehidupan adalah membentuk anak berkarakter, berintegrasi dan takut akan Tuhan. Tanamkan di hati anak-anak bahwa Tuhan itu terus mengikuti langkah dan pikirannya. Bila berbuat tidak sesuai kehendak-Nya, akan mendapat hukuman. Duniawi dan ilahi,” tegasnya.

Ia berterima kasih pada panitia yang bekerja lelah dan memikirkan masa depan gereja dengan jambore. “Pendidikan moral religi yang baik pada anak-anak adalah cerminan masa depan gereja. Dengan jambore ni kiranya tidak ada begal jalanan di kemudian hari” tutup Pdt Robert Fernando Silaban.

Ketua Panitia Tahun Profesionalisme Dalam Penatalayanan HKBP untuk HKBP Ressort Medan I Teladan, Boydo HK Panjaitan mengatakan, Jambore Anak Sekolah Minggu diadakan dua hari. “Ternyata memberi pendampingan pada anak-anak sangat mendatangkan kebahagiaan. Meski repot karena ‘memindahkan’ keseharian anak-anak dari lingkungan keluarga ke lingkugnan gereja,” ujarnya didampingi Sekretaris David Tampubolon, St Anjar Marbun, Kasie Sekolah Minggu HKBP Ressort Medan I Teladan Ir Tio Marlina Simanjuntak, Rispadina Manalu, Joshua Sitanggang, Sarni Naibaho, Sherly Sinaga, Hartati Siregar serta sejumlah Guru Sekolah Minggu HKBP Ressort Medan I Teladan.

Boydo Panjaitan mengatakan, ada 14 kegiatan besar dalam rangkaian Tahun Profesionalisme Dalam Penatalayanan HKBP di HKBP Ressort Medan I Teladan tapi Jambore Anak Sekolah Minggu menarik perhatian sebab melibatkan anak-anak yang semestinya liburan bersama keluarga tapi ‘dipindah’ ke gereja. “Tiga belas kegiatan lain untuk remaja dan orangtua,” tambahnya.

Ir Tio Marlina Simanjuntak mengatakan, kegiatan diikut 68 anak usia sekolah kelas 4 - 6 Sekolah Dasar. “Dibatasi sebab anak di usia sekolah seperti itulah yang harus ditanamkan moral religi. Dilakukan di kompleks gereja agar anak-anak itu tahu betapa kaya dan lengkapnya kehidupan rohani serta religi di HKBP,” jelasnya. “Ternyata, anak-anak ini suka dengan susana kekeluargaan. Bermain bersama rekan sebaya,” tambahnya.

Ia berterima kasih pada Kodam I/BB khususnya Peralatan Daerah Militer I/BB di mana Kol CPl Isharyanto memfasilitasi kemah, tenda dan bad untuk tidur anak-anak kami. “Bahkan mereka tetap mengawasi. Tim yang dipimpin Letda CPL Landi dengan tim berisikan Serda Aprindo,” tegasnya. (R10/c)


Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru