Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 03 Mei 2026

Pemko Tebingtinggi Peringati Peristiwa Berdarah 13 Desember 1945

Redaksi - Rabu, 13 Desember 2023 19:49 WIB
349 view
Pemko Tebingtinggi Peringati Peristiwa Berdarah 13 Desember 1945
Foto: Dok/ Dinas Kominfo
FOTO BERSAMA: Jajaran Forkopimda foto bersama usai upacara memperingati peristiwa13 Desember 1945, di Taman Makam Bahagia, Jalan Taman Bahagia, Rabu (13/12/2023). 
Tebingtinggi (harianSIB.com)

Pemko Tebingtinggi memperingati peristiwa berdarah 13 Desember 1945, dengan menggelar upacara di tiga lokasi, yakni Taman Makam Bahagia di Jalan Taman Bahagia, Jembatan Titi Gantung Sungai Padang di Jalan Musyawarah dan Lapangan Merdeka Jalan Sutomo, Rabu (13/12/2023).

Kegiatan tersebut diikuti Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Bambang Sudaryono, mewakili Pj Wali Kota Tebingtinggi, Ketua DPRD Basyaruddin Nasutuon, Wakil Ketua DPRD Iman Irdian Saragih, Kapolres AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon, Kajari Muchsin, Ketua PN Tebingtinggi Cut Cornelia, Hakim PA Bayu Baskoro, dan Kepala BNNK AKBP Alexander Samuel Soeki.

Upacara di Taman Makam Bahagia dan Jembatan Titi Gantung, bertindak sebagai inspektur upacara Kajari Muchsin. Usai upacara dilanjutkan dengan penaburan bunga.

Sementara Kapolres AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon memimpin upacara di Lapangan Merdeka.

Pj Wali Kota Syarmadani dalam pidatonya dibacakan Tampubolon mengatakan peristiwa berdarah 13 Desember 1945 diperingati dengan renungan yang sungguh-sungguh untuk menemukan kembali jejak para pejuang di Kota Tebingtinggi dalam melawan tentara Jepang demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

"Semangat ribuan korban yang jatuh berguguran menjadi kusuma bangsa harus menghidupkan kembali dalam benak kita perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan," katanya.

Teladan dari para pejuang yang telah merasuk sukma, lanjutnya, diharapkan menjadi semangat pada peringatan peristiwa berdarah 13 Desember tahun ini.

"Terlebih peringatan ke-78 kali ini, kita laksanakan menjelang pesta demokrasi terbesar dan terumit sepanjang sejarah Indonesia yaitu pemilihan umum atau pemilu dan pemilihan kepala daerah serentak pada 2024," katanya.

Dikatakannya, pemilihan umum merupakan jalan demokratis terbaik demi berjalannya proses demokrasi sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945 dan Pancasila.

"Untuk itu, dengan semangat peringatan peristiwa berdarah 13 Desember tahun ini, kiranya dapat memberikan semangat bagi kita untuk bersama-sama menyukseskan Pemilu 2024 yang akan berlangsung beberapa bulan ke depan," katanya. (*)


Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru