Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 23 April 2026

Banyak Pengendara Sepeda Motor Naik Kapal Kayu Menyeberang ke Pulau Samosir

Redaksi - Senin, 15 April 2024 20:00 WIB
754 view
Banyak Pengendara Sepeda Motor Naik Kapal Kayu Menyeberang ke Pulau Samosir
Foto Dok/Polairud Markas Danau Toba
CEK: Banyak pengendara sepeda motor yang memilih naik kapal kayu untuk menyeberang ke Pulau Samosir dari sejumlah pelabuhan yang ada di Ajibata dan Kota Parapat. Kondisi itu membuat personel Polairud dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuh
Ajibata (SIB)
Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Sumatera Utara melalui Polairud Markas Danau Toba bekerjasama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (KSOPP) Danau Toba mengawasi pelayaran kapal kayu pengangkut sepeda motor yang hendak menyeberang dari beberapa pelabuhan tradisional ke Pulau Samosir.

Pantauan wartawan di Pelabuhan Tradisional Ponton Ajibata, Minggu (14/4) tampak personel Polairud Markas Danau Toba dan personel KSOPP sibuk mengecek manifes atau daftar penumpang dan puluhan sepeda motor yang sudah masuk ke kapal kayu sebelum diizinkan berlayar menyeberang ke Pulau Samosir.

Personel Polairud juga memeriksa perlengkapan alat keselamatan pelayaran dan jumlah life jacket atau pelampung keselamatan yang tersedia disesuaikan dengan jumlah penumpang yang tertera di manifes.

Selain itu, petugas juga mengimbau kepada nakhoda tentang keselamatan pelayaran untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca, kapasitas penumpang, memastikan kompas, setir dan alat kemudi serta mesin dalam keadaan baik dan siap digunakan sebelum berlayar.

Kanit Polairud Markas Danau Toba melalui Bripka MF Sinaga kepada SIB menjelaskan, tujuan pengawasan pelayaran tersebut untuk mencegah over kapasitas penumpang di saat melonjaknya penumpang di musim libur Lebaran 2024.

"Kita melihat sepeda motor banyak yang menyeberang dari beberapa pelabuhan kapal kayu di Ajibata dan Parapat untuk menyeberang ke Pulau Samosir. “Kita mengimbau agar pengusaha kapal memperhatikan kapasitas kapal," kata Bripka MF Sinaga.

Ia juga menyampaikan, bahwa keselamatan pelayaran harus menjadi kebutuhan dan tanggung jawab bersama-sama dan kepada penumpang yang hendak menyeberang agar jangan memaksakan naik ke atas kapal bila sudah penuh.(**)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru