Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Dinas PKPP Dairi Bertindak Cepat Tangani 70 Ha Persawahan Dampak Sungai Meluap di 2 Desa

Tulus P Tarihoran - Sabtu, 18 Mei 2024 13:12 WIB
735 view
Dinas PKPP Dairi Bertindak Cepat Tangani 70 Ha Persawahan Dampak Sungai Meluap di 2 Desa
(Foto: Dok/Dinas PKPP)
DISKUSI: Kabid Penyuluhan dan Pelatihan Dinas PKPP, Sukaiedah Angkat berdiskusi dengan kelompok tani terdampak luapan sungai, beberapa hari lalu.
Sidikalang (harianSIB.com)
Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) bertindak cepat menangani persawahan yang terdampak meluapnya Sungai Lae Mbilulus dan Sungai Lae Basbas di 2 desa di Kecamatan Tigalingga.

Kepala Denis PKPP, Robot Simanullang, Sabtu (18/5/2024), lewat telepon menyampaikan, persawahan terdampak di Dusun Matanari Desa Ujung Teran dengan luas sekitar 30 hektare (Ha) dan di Desa Lau Bagot sekitar 40 Ha.

"Total lahan persawahan terdampak 70 Ha lahan persawahan terdampak akibat Sungai Lae Mbilulus dan Sungai Lae Basbas meluap, mengakibatkan irigasi rusak," ungkapnya.

Pihaknya sudah turun ke lokasi melakukan pendataan dan mengambil langkah penanganan sementara. Memang kondisinya sedang musim tanam, sehingga perlu dilakukan penanganan sementara, ke depan tidak terjadi gagal panen.

Irigasi dan bendungan yang rusak akan dilakukan penanganan sementara, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak PUTR dan BPBD untuk menurunkan alat berat. Juga pihaknya sudah meminta kelompok tani membuatkan surat, untuk diteruskan ke PUTR dan BPBD.

"Perbaikan permanen dampak bencana itu akan dimaksimalkan tahun depan," katanya.

Atas bencana itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Sumut dan Kementerian Pertanian, untuk mendapatkan bibit padi dan peralatan pertanian.

"Kita berharap bantuan itu bisa direalisasikan, memang pemerintah pusat punya program optimalisasi persawahan. Kemudian bantuan segera diserahkan kepada petani di 2 desa tersebut," katanya.(**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru