Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 30 Maret 2026

APDESI Agara Diduga Main Titip Program

Armentoni Munthe - Sabtu, 18 Mei 2024 15:32 WIB
427 view
APDESI Agara Diduga Main Titip Program
(Liputan6.com/ Faizal Fanani)
Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi).
Kutacane (harianSIB.com)
Kinerja Asosiasi Pemerintah Desa (APDESI) Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) hangat dibicarakan sejumlah kalangan.

Pasalnya, lembaga tersebut diduga ada menitipkan program di tengah jalan di luar APBDes, untuk mendapatkan keuntungan dari Dana Desa (DD).

Lembaga tersebut mengajukan usulan program ke desa yang seolah-olah sifatnya mendesak. Padahal, semestinya perencanaan DD tersebut, dituangkan dari usulan masyarakat melalui Musdus dan Musrenbang Desa menjadi APBDes dengan skala prioritas.

Tapi anehnya, lembaga tersebut mencantolkan usulan di tengah jalan, seperti pengadaan baju Linmas. Kabarnya sebanyak 1.452 stel untuk pengamanan pemilu dan mengadakan pelatihan penggunaan aplikasi Zero Cost.

Dua kegiatan ini dibebankan melalui anggaran Dana Desa, tanpa ada usulan dari masyarakat desa.

"Otomatis hal ini dapat mengurangi anggaran yang sudah menjadi skala prioritas," kata salah seorang pengulu kute (kepala desa) yang tidak mau disebutkan jati dirinya kepada harianSIB.com, Sabtu (18/5/2024).

Seperti pengadaan baju Linmas, sepasang baju Linmas dianggarkan sebesar Rp1,6 juta dan uangnya disetor melalui APDESI Kabupaten. Padahal harga sepasang baju Linmas di toko hanya sebesar Rp940 ribu

"Saya sendiri harus setor Rp9,6 juta, sebab di desa saya ada 3 TPS berarti enam Linmas," kata sumber tersebut.

Kemudian, lanjutnya, untuk kegiatan pelatihan penggunaan aplikasi Zero Cost, kepala desa juga wajib setor Rp2 juta per desa. Kegiatan itu juga diduga dikoordinir oleh APDESI dengan melibatkan Dinas DPMK Aceh Tenggara.

"Jika tidak kami masukan kegiatan itu dalam APBDes, APBdes kami tidak akan diproses. Padahal, kegiatan itu tidak ada manfaatnya bagi kami dan masyarakat," keluhnya.

Untuk itu, ia meminta Aparat Penegak Hukum (APH), agar melidik dua kegiatan tersebut, karena kegiatan itu hanya menguntungkan sepihak saja. (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru