Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 01 Agustus 2026

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, APUK Dairi Gelar Pameran Foto Lingkungan yang Sudah Rusak

Tulus P Tarihoran - Rabu, 05 Juni 2024 20:50 WIB
438 view
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, APUK Dairi Gelar Pameran Foto Lingkungan yang Sudah Rusak
Foto: Dok/SIB/Tulus Tarihoran
PAMERAN FOTO: Apuk Dairi menggelar pameran foto lingkungan yang sudah rusak, Rabu (5/6/2024), di depan Kantor Bupati Dairi.
Sidikalang (harianSIB.com)
Aliansi Petani untuk Keadilan (Apuk) Dairi, terdiri dari beberapa kelompok yaitu Kelompok Tani Bersatu P Poda memperingati Hari Lingkungan Lingkungan Sedunia dengan menggelar pameran foto lingkungan yang sudah rusak.

Koordinator Aksi, Paniel Limbong, Afni Sihotang dan Susandi Panjaitan, Rabu (5/6/2024), di depan Kantor Bupati Dairi, mengatakan, aksi mereka tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang sudah banyak rusak.

Hal itu diakibatkan perilaku manusia yang tidak lagi menghargai kelestarian lingkungan, misalnya membuang sampah sembarangan, perusakan hutan dan kehadiran perusahaan ekstraktif seperti tambang, perusahaan kayu dan pembukaan hutan untuk perkebunan, pemalakan hutan, penggunaan pupuk dan pestisida kimia berlebihan untuk pertanian dan kegiatan penambangan galian C yang tidak memiliki analisa dampak lingkungan.

"Kami melakukan aksi ini untuk mengedukasi masyarakat agar turut melestarikan hutan yang sudah rusak akibat dampak aktivitas oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab," kata mereka.

Aksi itu juga, kata mereka, untuk mengajak pemerintah memperhatikan lingkungan, mendorong petani menggeliatkan pertanian organik serta pemerintah harus berpihak kepada masyarakat.

Sebagai petani, pihaknya menolak perusahaan yang merusak lingkungan yang berdampak kepada pertanian. Kerusakan lingkungan menyebabkan kerusakan di mana- mana, perubahan iklim dan tidak menentunya cuaca yang berakibat langsung kepada kehidupan manuasia terutama kepada petani dan pertanian.

Petani menjadi kelompok rentan yang menerima akibat langsung dari kerusakan lingkungan. Cuaca yang tidak menentu menyebabkan kekeringan dan hujan berkepanjangan, yang akibatnya kerusakan tanaman dan mengakibatkan gagal panen.

"Tentu gagal panen berdampak kepada kehidupan dan ekonomi petani, bahkan semakin terpuruk. Dan yang paling ekstrem bisa terjadi kelaparan karena petani tidak mampu lagi menghasilkan bahan pangan," pungkas mereka. (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Harga Timun Melonjak Tinggi

‎Harga Timun Melonjak Tinggi

Medan(harianSIB.com)Dua pekan terakhir, harga sayur mayur pelengkap yakni timun di sejumlah daerah, termasuk Kota Medan mengalami kena