Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

20 Vicaris Ditahbiskan Jadi Pendeta GBKP

Tuhan Utus, Tuhan Urus
Theopilus Sinulaki - Senin, 05 Agustus 2024 07:00 WIB
2.400 view
20 Vicaris Ditahbiskan Jadi Pendeta GBKP
Foto : SNN/Theopilus Sinulaki
Ditahbiskan : Sebanyak 20 vicaris yang ditahbiskan jadi Pendeta GBKP , Minggu (4/8/2024) di GBKP Majelis Simpang Enam Kabanjahe foto bersama seusai kebaktian penabisan.

Kabanjahe (harianSIB.com)
Dua puluh vicaris ditahbiskan oleh ModeramenGBKP menjadi pendeta, Minggu (4/8/2024) di GBKP Runggun Simpang VI, Kabanjahe. Dua tahun lebih, mereka diproses di unit-unit pelayanan GBKP hingga mereka ditahbiskan.

Ketua ModeramenGBKP, Pdt Krismas Imanta Baru dalam sambutannya mengatakan, seiring dengan perkembangan zaman, tantangan yang dihadapi pelayan Tuhan semakin berat. Banyak kasus-kasus dan masalah timbul, yang belum terpikirkan dan dikaji secara theologis, jadi perlu berkhidmad.

Dalam melayani, katanya jangan suka mencari kemenangan diri atau pembenaran diri, jangan menuntut yang belum ada. Tapi carilah solusi berlandaskan kasih.

Di tempat melayani, ada di situ Yesus melalui jemaat dan orang sekitar. Melayani dengan sepenuh hati. Sesuai dengan ajaran Kristus, mengasihi. Kasih itu melampui segala aturan dan perkara. Jadi dalam melayani dibutuhkan kasih.


Tuhan sebutnya, telah merancang masing-masing pribadi dengan caranya. Pada akhirnya Tuhan akan meminta pertanggungjawaban kita masing-masing. Karena itu, jangan berandai-andai dan membanding-bandingkan, karena itu hanya akan menurunkan semangat. Percaya, Tuhan mengutus, Tuhan mengurus.


Sementara itu Bupati Karo, Cory Sebayang mengatakan, para pendeta yang diutus ke tempat pelayanannya yang baru agar bisa bekerja sama dengan pemerintah setempat, baik desa atau kecamatan. Bahkan yang melayani di Kabupaten Karo, Cory siap menerima keluh kesah pendeta dan siap mencari solusi bersama terkait masalah yang dihadapi.


Bupati juga mengharapkan, para pendeta bisa turut serta melestarikan Bahasa Karo dengan mengajari anak KAKR berbahasa Karo. Karena sekarang ini banyak generasi muda Karo tidak bisa berbahasa Karo, tetapi bahasa Inggris fasih.


Sementara kepada para pendamping pendeta baik isteri atau suami, bupati berharap supaya mereka mendukung penuh pelayanan pendeta karena itu sudah menjadi tugasnya, dan bagian dari komitmennya.


Sebelumnya, dalam kebaktian Kabid SDM Moderamen, Pdt Natallidna Tarigan dalam khotbahnya mengatakan, banyak yang dihadapi dalam dunia pelayanan. Latar belakang jemaat dan karakteristik masing-masing adalah tantangan tersendiri. Ada yang memang senang menimbulkan masalah. Itulah tantangan yang dihadapi.

Untuk itu, harus ada pengampunan, karena pengampunan obat yang paling mujarab, yang tidak membuat orang sakit.


Katanya, Tuhan membuat proses yang membentuk anak-anakNya menjadi luar biasa. Tunjukkan kasih dalam pelayanan, karena itu akan mengubah cara berpikir. Berdamai dengan diri sendiri dan Tuhan akan menyempurnakan pelayanan.


Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru