Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Februari 2026

Unjuk Rasa Minta Kasat Reskrim Dicopot, 7 Aktivis Mahasiswa Asahan Ditangkap

Franky Simarmata - Senin, 12 Agustus 2024 20:08 WIB
730 view
Unjuk Rasa Minta Kasat Reskrim Dicopot, 7 Aktivis Mahasiswa Asahan Ditangkap
Foto: SNN/Franky Simarmata
AMANKAN: Aparat Polres Asahan mengamankan para demonstran yang memblokade Jalinsum depan Mapolres Asahan, Senin (12/8/2024).
Kisaran (harianSIB.com)
Tujuh orang aktivis mahasiswa dari Universitas Asahan (UNA) ditangkap Polres Asahan pada Senin (12/08/2024), saat melakukan unjuk rasa menuntut pencopotan Kasat Reskrim, AKP Rianto.

Penangkapan ini terjadi setelah para mahasiswa memblokir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di depan Mapolres Asahan, yang dianggap mengganggu ketertiban umum.

Aksi demonstrasi dimulai dengan cara damai di depan Kantor Polres Asahan, di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kisaran. Dalam orasinya, mahasiswa meminta Kapolres Asahan, AKBP Afdhal Junaidi, untuk segera mencopot AKP Rianto dari jabatannya, dengan tuduhan pelanggaran terhadap Peraturan Kapolri (Perkap).

"Kami heran dengan sikap Kapolres dan Kasat Reskrim yang tidak mau menemui kami saat berdemonstrasi, sehingga kami terpaksa melakukan aksi blokir Jalinsum," kata seorang pengunjuk rasa.

Situasi memanas ketika petugas kepolisian yang mengawasi aksi tersebut meminta demonstran untuk tidak memblokir jalan.

Namun, mahasiswa menolak untuk memenuhi peringatan tersebut, yang berujung pada tindakan tegas dari polisi. Tujuh mahasiswa yang terlibat aksi tersebut ditarik paksa dan dibawa ke Markas Polres Asahan.

Pertikaian antara petugas dan mahasiswa tidak dapat dihindarkan, menyebabkan kericuhan di pinggir Jalinsum. Akhirnya, ketujuh mahasiswa berhasil ditangkap dan dibawa untuk diperiksa di Mapolres Asahan. Saat di dalam, mereka menjalani pemeriksaan urine oleh petugas.

Ketujuh mahasiswa yang ditangkap adalah Fikri Munthe, Irvan Pangihutan Harahap (dari PMII), dan Nawawi Tanjung, Akbarsyah Sinaga, Rudi Fawzan, Risky Nuraldiansyah, dan Nazwan Zulfadhli (dari HMI).


Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru