Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Maret 2026

Harapan Petani Saribudolok ke Prabowo-Gibran: Turunkan Harga Pupuk dan Obat Pertanian

Mey Hendika Girsang - Selasa, 22 Oktober 2024 18:36 WIB
452 view
Harapan Petani Saribudolok ke Prabowo-Gibran: Turunkan Harga Pupuk dan Obat Pertanian
Foto: SNN/Mey Hendika Girsang
Inilah lahan pertanian Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun. Foto diambil, Selasa (22/10/2024).
Simalungun (harianSIB.com)
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Petani Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun, berharap Prabowo Subianto menurunkan harga pupuk dan obat-obat pertanian.

"Harapan saya sebagai petani yang memilih Pak Prabowo pada Pilpres lalu, supaya harga pupuk dan obat-obat pertanian diturunkan. Karena hal itu sangat memberatkan petani," kata seorang petani Saribudolok, Lijan Purba, Selasa (22/10/2024).

Menurutnya, kendala petani saat ini bukan lagi soal penanggulangan hama dan penyakit tanaman maupun pemasaran, tapi soal mahalnya harga pupuk dan obat-obat pertanian yang kerap membuat petani rugi karena mahalnya biaya produksi.

"Seperti menanam kol, kalau dulu biaya produksi kol hanya berkisar Rp300 sampai Rp500 per batang. Saat ini sudah mencapai Rp1.000 sampai Rp1.200 per batang. Kenaikan biaya produksi itu terjadi karena mahalnya harga pupuk dan obat pertanian," katanya.

Demikian juga disampaikan petani lain, di antaranya Rudi Girsang, Rafael Saragih dan Ando Purba. Disebut, pupuk dan obat-obat pertanian merupakan hal penting dalam meningkatkan kualitas bercocok tanam, baik tanaman hortikultura maupun palawija.

"Tanpa menggunakan pupuk dan obat-obat pertanian, pertumbuhan tanaman maupun tingkat produksi tidak akan maksimal. Karena itu, pupuk harus digunakan. Namun karena harganya mahal, petani sering rugi karena biaya produksi mahal ditambah lagi stabilitas harga yang tidak terjaga," kata Rudi.

Dia menyampaikan, petani sering tidak mendapatkan keuntungan apa-apa dari bertani karena harga bahan pokok untuk bertani sangat mahal. Karena itu, para petani tidak bisa mendapatkan kesejahteraan karena mereka tidak dapat keuntungan dari hasil pertaniannnya.

"Karena pupuknya mahal, obat pertaniannya juga mahal. Kalau harganya stabil petani pasri bangkit dan sejahtera. Semoga Pak Prabowo berkenan menurunkan harga pupuk dan obat pertanian,biar petani tidak mengeluh," harapnya. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru