Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Maret 2026

Mengenal PLTU Labuhan Angin, Pelita dari Tanah Tapanuli

Rosianna Anugerah Hutabarat - Kamis, 17 April 2025 09:45 WIB
536 view
Mengenal PLTU Labuhan Angin, Pelita dari Tanah Tapanuli
(Foto: SNN/Dok/Ist)
PT PLN Indonesia Power UBP Labuhan Angin.

Pengembangan Biomassa

Di tengah tantangan disrupsi teknologi dan transisi energi yang terus menerjang, PLTU Labuhan Angin terus berinovasi. Salah satunya yakni melalui pengembangan pengolahan biomassa yang disebut dengan co-firing.

Pemanfaatan teknologi ini dilakukan untuk menggapai misi Indonesia menuju Net Zero Emission pada 2060. Biomassa yang saat ini digunakan sebagai bahan bakar yaitu serbuk gergaji, serpihan kayu, cangkang sawit, bonggol jagung, dan bahan bakar jumputan padat (BBJP).

Ini merupakan langkah nyata PLTU Labuhan Angin untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dan mandiri energi, serta meningkatkan kapasitas nasional yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG).

Penyerapan Tenaga Kerja

Keberadaan PLTU Labuhan Angin tidak hanya memberikan pasokan energi, tetapi juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja lokal. Dari total kurang lebih 440 pekerja yang terlibat dalam operasional dan pemeliharaan PLTU, sekitar 44% merupakan warga asli Desa Tapian Nauli. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat sekitar dan mengurangi tingkat pengangguran di daerah tersebut.

Selain itu, PLTU Labuhan Angin juga membuka peluang bagi tenaga kerja terampil melalui program pelatihan dan pengembangan keterampilan, yang memungkinkan warga lokal untuk berkompetisi dalam industri energi. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memperkuat hubungan antara perusahaan dan komunitas setempat.

Meskipun pekerjaan di pembangkit listrik termasuk pekerjaan skil, PLTU Labuhan Angin yakin warga lokal berpotensi untuk berpartisipasi dan berkembang. Sehingga rekruitmen untuk menjadi bagian dari pembangkit listrik, mengutamakan warga di sekitar unit pembangkit. Mereka kemudian dilatih dan digembleng agar memiliki skil dan memenuhi standar nasional. Dengan kontribusi signifikan dalam penyediaan energi dan pemberdayaan tenaga kerja lokal, PLTU Labuhan Angin di Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi contoh nyata sinergi antara industri dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Sumatera.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

PLTU Labuhan Angin terus mengembangkan Program Corporate Social Responsibility (CSR), sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Baik berupa Bakti Pelayanan Masyarakat, Bakti Pemberdayaan Masyarakat dan Bakti Pembinaan Hubungan.

Melalui program-program CSR yang dilaksanakan, PLTU Labuhan Angin tidak hanya berfokus pada aspek keuntungan finansial, tetapi juga berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan lingkungan. Keberhasilan dalam berbagai program ini menunjukkan bahwa PLTU berperan aktif dalam pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan di sekitar wilayah operasionalnya. PLTU Labuhan Angin akan terus berupaya untuk meningkatkan dampak positif dari program CSR-nya di tahun-tahun mendatang. (*)

Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru