Rumah Komisioner Ombudsman Digeledah, Kejagung Dalami Perintangan Penyidikan Kasus Ekspor CPO
Jakarta(harianSIB.com)Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap inisial anggota Ombudsman RI yang rumahnya digeledah terkait penyidikan
Duka mendalam masih menyelimuti keluarga korban. Dalam konferensi pers di Hotel Furaya Pekanbaru, Sabtu (7/6), ayah korban, Gimson Butarbutar, mengungkap kegundahan hati dan berbagai fakta yang belum tersampaikan ke publik.
"Kami tidak menuntut siapa pun dipenjara. Kami hanya ingin keadilan ditegakkan sesuai hukum," ujar Gimson, dikutip dari Riaupos.co.
Ia menegaskan, bahwa meski pelaku anak-anak tidak bisa ditahan, Undang-Undang Perlindungan Anak tetap mengatur adanya bentuk hukuman atau tindakan pembinaan.
Gimson juga menyoroti minimnya tanggung jawab dari pihak sekolah dan pemerintah daerah. "Mengapa tidak ada yang membahas tanggung jawab sekolah? Padahal dalam Pasal 54 UU Perlindungan Anak disebutkan, jika terjadi kekerasan, institusi pendidikan dan pemda ikut bertanggung jawab. Tapi seolah semua menyalahkan kami, seakan ini semata kelalaian pribadi," ucapnya.
Keluarga juga mempertanyakan ketidakkonsistenan kronologi yang disampaikan sejumlah pihak terkait kematian anak mereka, dan menilai narasi yang beredar jauh dari kebenaran. Meski dalam suasana duka, mereka menyampaikan apresiasi kepada para pengacara dan relawan dari LBH serta organisasi hukum yang telah memberi pendampingan secara sukarela.
"Kami tidak ingin anak-anak pelaku disakiti. Kami tahu mereka juga masih anak-anak. Tapi jangan lupakan, anak kami yang telah tiada juga berhak atas perlindungan hukum," tegas Gimson.
Ia juga menjelaskan, bahwa anaknya merupakan anak yang aktif dan tidak pernah mengeluhkan sakit sebelumnya. Namun setelah kejadian, kondisi korban berubah drastis hingga akhirnya meninggal dunia, meski sudah mendapatkan perawatan medis.
Gimson juga membantah pernyataan yang menyebut kematian KB disebabkan infeksi usus buntu dan hal itu semakin menambah luka keluarga korban.
"Anak saya sehat-sehat saja. Tidak pernah sakit, apalagi sampai divonis usus buntu ," tegas Gimson.
"Saya saksi kunci. Sebelum meninggal, saya bertanya langsung dan anak saya mengaku ditendang dan dipukul. Saya minta keadilan. Kasus ini harus diungkap seterang-terangnya demi keadilan dan hukum yang berlaku ," harapnya.(*)
Jakarta(harianSIB.com)Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap inisial anggota Ombudsman RI yang rumahnya digeledah terkait penyidikan
Batam(harianSIB.com)Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada terdakwa Richard Halomoan Tam
Jakarta(harianSIB.com)Laporan terbaru dari World Bank atau Bank Dunia mengungkap bahwa kebijakan upah minimum di Indonesia yang selama ini b
Jakarta(harianSIB.com)Presiden Prabowo Subianto meresmikan 218 unit jembatan yang terdiri dari jembatan bailey, aramco dan perintis yang ter
Pekanbaru(harianSIB.com)Kerusakan pada bagian moncong pesawat Garuda Indonesia yang mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanba
Tapteng(harianSIB.com)Wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) masih dalam tahapan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R
Sergai(harianSIB.com)Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) meresmikan sekretariat MES di Literasi Kopi, Desa Se
Sidikalang(harianSIB.com)Ketua Yayasan Seri Amal Medan, Suster (Sr) Gaudensia Sihaloho KSSY membuka secara resmi pelaksanaan Olimpiade Sains
Medan(harianSIB.com)Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memastikan ketersediaan stok pangan pokok, khususnya beras dan minyak goreng,
Karo(harianSIB.com)Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo memusnahkan barang rampasan dari sejumlah perkara tindak pidana yang telah berkekuatan huk
Medan(harianSIB.com)Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (9/3/2026) ditutup melemah tajam 3,27 persen di level 7.337,36
Medan(harianSIB.com)Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution kembali menegaskan komitmennya memberantas praktik pungutan liar (pungli)