Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 01 Maret 2026

Cabdis Wilayah VI Terapkan Program Inovasi Gerakan Sekolah Bersih

Bogie Gosia Tambunan - Kamis, 24 Juli 2025 15:30 WIB
176 view
Cabdis Wilayah VI Terapkan Program Inovasi Gerakan Sekolah Bersih
Ist/SNN
Kacabdis Wilayah VI, August Sinaga SPd, SST, MAP
Pematangsiantar(harianSIB.com)

Cabang Dinas (Cabdis) Wilayah VI Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara menerapkan program inovasi yaitu Gerakan Sekolah bersih.

"Penerapan program inovasi tersebut sesuai dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara 'Kolaborasi Sumut Berkah Menuju Sumatera Utara yang unggul, maju dan berkelanjutan' yang telah ditetapkan oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution SE MM melalui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Alexander Sinulingga S STP MSi," kata Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Wilayah VI, August Sinaga SPd SST MAP kepada harianSIB.com, Kamis (24/7/2025).

Katanya, program inovasi gerakan sekolah bersih tersebut diterapkan di sekolah dengan standar 12 Area Strategis yakni toilet sekolah, ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah/wakil kepala sekolah dan tata usaha, ruang laboratorium dan praktik siswa, ruang ibadah, ruang UKS, gudang sekolah, kantin sekolah, taman dan halaman sekolah, area parkir, ruang security serta piket.

Adapun teknis penerapan program tersebut dimulai dari sekolah membentuk tim sekolah bersih melalui Surat Keputusan Kepala Sekolah serta menyusun program kerja Sekolah Bersih.

Cabdis Wilayah VI juga sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh kepala sekolah SMA/SMK/SLB Negeri maupun Swasta untuk mensukseskan Gerakan Sekolah Bersih.

Cabdis Wilayah VI juga membuat turunan program tersebut dengan menerapkan kearifan lokal Sitalasari yang merupakan akronim dari Sekolah Indah Tertata Lestari dan Asri (Sitalasari).

Gerakan Sekolah Bersih Sitalasari menerapkan Kebersihan di 12 Area Strategis pada Sekolah dengan berakar pada filosofi Simalungun "Habonaron do Bona" dan semangat gotong royong Tolu Sahundulan, Filosofi "Tolu Sahundulan" dalam budaya Simalungun merujuk pada tiga kedudukan atau posisi dalam struktur sosial yang saling berkaitan dan memiliki peran masing-masing, yaitu Tondong, Sanina, dan Boru. Filosofi ini menekankan pentingnya kerja sama, saling menghormati, dan hidup rukun dalam masyarakat Simalungun.

Didalam melaksanakan gerakan sekolah bersih Sitalasari pada 12 area strategis di sekolah dengan menerapkan 6 langkah secara terpadu yakni kebersihan lingkungan terjaga, penataan lingkungan yang rapi dan asri, sarana dan prasarana mendukung lingkungan sehat, program pengelolaan sampah, kegiatan edukatif ramah lingkungan dan efisiensi energi serta air.(**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru