Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 29 Juni 2026

Dipicu Penanaman Eukaliptus Yang Dilakukan TPL, 2 Kelompok Bentrok Di Natinggir Toba

Eduwart MT Sinaga - Kamis, 07 Agustus 2025 22:42 WIB
95 view
Dipicu Penanaman Eukaliptus Yang Dilakukan TPL, 2 Kelompok Bentrok Di Natinggir Toba
(Foto SNN /dok KSPPM)
Salah satu warga dari Natinggir yang menjadi korban.
Toba (harianSIB.com)

Pihak PT Toba Pulp Lestari (TPL) kembali melakukan penanaman di lahan wilayah Adat Natinggir yang berada di Dusun Natinggir, Desa Simare Kecamatan Borbor, Kabupaten Toba, Kamis (7/8/2025).

Atas usaha penanaman yang dilakukan pihak perusahaan penghasil bubur kertas ini, warga Natinggir merespon tindakan tersebut dengan mencoba menghadang dan melarang aktivitas yang dilakukan pihak perusahaan di lahan yang sudah diusahai dan dikuasai warga.

Akibatnya ketegangan diantara 2 pihak tidak terhindarkan yang berujung pada bentrokan.

Selain adanya pelemparan rumah dan rusaknya beberapa kendaraan bermotor, akibat ketegangan yang terjadi ini ada korban yang mengalami luka - luka dari kedua pihak.

Sementara itu Camat Borbor James Pasaribu yang dihubungi SNN melalui selulernya Kamis sore mengatakan, situasi saat ini sudah kondusif. Oleh karenanya pihaknya (perintah kecamatan) termasuk pihak kepolisian sudah meminta keterangan dari pihak masyarakat dan pihak perusahaan.

Menurut Camat Borbor, sesuai keterangan yang diperolehnya setelah meminta keterangan sejumlah pihak, bahwa persoalan itu bukan bentrok antar pihak perusahaan dengan warga. Akan tetapi sudah antar massa dari Dusun Natinggir dan Dusun Simare.

Walau awalnya karena adanya penanaman yang dilakukan pihak perusahaan atas lahan konsesi yang mereka miliki di daerah tersebut, tetapi bentrok terjadi saat seorang warga Dusun Simare yang merupakan mandor dari perusahaan kena pukul oleh warga yang melakukan protes atas penanaman yang dilakukan pihak perusahaan.

Atas kejadian itu, diantara dua pihak ada yang mengalami luka sehingga harus mendapat perawatan.

Sementara itu sesuai siaran Pers dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) dan Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) melalui Rokky Pasaribu menyayangkan adanya penggusuran yang dilakukan pihak TPL terhadap masyarakat adat dari wilayah adatnya. Seperti yang terjadi di Dusun Natinggir yang mana pihak perusahaan berupaya menanami eukaliptus di lahan pertanian masyarakat adat Natinggir.

Ratusan karyawan dan petugas keamanan dari perusahaan berupaya menanami eukaliptus. Masyarakat Adat Natinggir yang berupaya menghentikan aksi tersebut mendapat berbagai tindakan kekerasan.

KPA dan KSPPM minta menghentikan penggusuran Masyarakat Adat Natinggir, serta berbagai tindak kekerasan yang mengancam keselamatan hidup Masyarakat Adat, termasuk bagi perempuan dan anak-anak.

Legal

Sementara itu dalam siaran persnya yang disampaikan Humas PT TPL, Surya yang diterima SNN, Kamis (7/8/2025) bahwa insiden yang terjadi di Sektor Habinsaran merupakan penghadangan dan penyerangan terhadap yim dari PT TPL dan mitra kerja yang sedang melakukan pekerjaan operasional rutin.

Perusahaan menekankan bahwa seluruh kegiatan operasional, termasuk penanaman dan pemanenan,

dilakukan secara legal berdasarkan Rencana Kerja Umum (RKU).

Kegiatan penanaman di tahun 2025 difokuskan di wilayah konsesi Sektor Habinsaran, Dusun Natinggir, Desa Simare, Kecamatan Borbor, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik.

TPL selalu berupaya menjalin kemitraan dengan masyarakat melalui program Community Development (CD) dan

Corporate Social Responsibility (CSR), serta mengedepankan dialog terbuka untuk menyelesaikan isu sosial. (**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru