Tapanuli Utara
(harianSIB.com)Tim dari Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (
UNITA) melaksanakan kegiatan
pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) di
PAUD Jagung Kecamatan Tampahan. Kegiatan Abdimas itu mengusung tema "Edukasi Multikultural Berbasis Kewirausahaan" dan sub tema "Membentuk Kesadaran Budaya Batak Toba dan Kreativitas Wirausaha pada Anak
PAUD Jagung Kecamatan Tampahan.
Dalam relis yang diperoleh SIB, Rabu (10/9), kegiatan itu berlangsung di Desa Gurgur Aek Raja Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba, Senin (8/9), dihadiri para guru, orang tua, dan anak-anak
PAUD Jagung, serta mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta.
Program itu digagas Tim Dosen
UNITA yang terdiri dari Dekan Fakultas Ekonomi
Dr Rosalinda S Sitompul SE MM, Pembantu Rektor II Herta Manurung SE MM bersama dua mahasiswa yaitu Junjungan Pasaribu dan Fretty E Togatorop sebagai penerima Bantuan Pendanaan Program Bima Kemdikbudristek tahun anggaran 2025.
Dekan Fakultas Ekonomi
UNITA Dr Rosalinda S Sitompul SE MM menjelaskan, melalui program itu, bantuan disalurkan kepada
PAUD Jagung dalam bentuk seperangkat alat musik tradisional Batak Toba, hasapi, sulim, taganing, garantung dan sordam.
"Tak hanya memberikan bantuan berupa alat musik, tim dosen juga menghadirkan pelatih musik, Fernando Siagian dan tim untuk melatih para guru dan anak-anak memainkan instrumen tersebut. Bahkan, para pelatih juga memberikan pembekalan tentang cara pembuatan alat musik tradisional sehingga peserta tidak hanya belajar memainkan tetapi juga memahami proses kreatif di balik lahirnya instrumen musik Batak Toba," jelasnya.
Menurutnya, kegiatan itu berangkat dari keprihatinan bahwa sebagian besar anak-anak di Kecamatan Tampahan, khususnya di
PAUD Jagung belum mengenal dan memahami alat musik tradisional Batak Toba. Padahal, pengenalan budaya lokal sejak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk identitas dan menanamkan nilai-nilai karakter serta mengembangkan kreativitas anak.
"Musik tradisional tidak hanya sarana hiburan, tetapi juga wahana pendidikan karakter, pembentukan rasa cinta budaya, bahkan membuka peluang wirausaha di masa depan. Karena itu, sangat penting mengenalkan budaya Batak Toba sejak usia dini," ungkapnya.
Lebih lanjut dia menerangkan, program itu dirancang untuk menjawab kebutuhan pendidikan multikultural di era globalisasi. Dengan menanamkan kesadaran budaya lokal melalui musik, anak-anak akan lebih siap menghadapi tantangan modern tanpa kehilangan akar budaya mereka.
Rosalinda juga mengatakan, dengan tujuan itu, tim yang turun berharap anak-anak tidak hanya sekadar mengenal, tetapi juga mampu memainkan dan mengapresiasi kekayaan budaya Batak Toba.
"Kami berkomitmen mendukung program serupa di berbagai daerah lain. Kami berharap anak-anak tumbuh dengan rasa cinta budaya Batak Toba. Memiliki kreativitas tinggi dan sejak dini sudah mengenal nilai kewirausahaan. Dengan begitu, mereka tidak hanya siap menghadapi dunia modern tetapi juga mampu melestarikan dan mengembangkan budaya lokal," ujarnya.
Kegiatan itu dihadiri Ketua TPK
PAUD Jagung, Haposan Siahaan serta tenaga pendidik Hilda Napitupulu SPd dan Tiorim Marpaung. Orang tua siswa juga penuh antusias mendampingi anak-anak mereka.
Ketua Tim Pengelola Kegiatan, Haposan Siahaan menyampaikan rasa terima kasih kepada Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli.
"Kami bangga atas terselenggaranya kegiatan ini. Anak-anak mendapat kesempatan berharga untuk mengenal budaya Batak Toba sejak dini. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi motivasi bagi anak-anak untuk lebih mencintai budaya sendiri," ujarnya.
Salah seorang orang tua siswa, Evayani Tumanggor juga mengungkapkan rasa haru dan syukur atas terselenggaranya program itu. "Saya menilai kegiatan ini bukan hanya memberikan hiburan tetapi juga membuka jalan bagi anak-anak untuk menemukan bakat musik mereka. Kami sangat berterima kasih dan bangga. Semoga anak-anak lebih semangat belajar, dan bakat musik mereka semakin berkembang," ungkapnya.
Rektor
UNITA Dr Meslin Silalahi MPd dalam sambutannya mengatakan, program itu adalah wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya
pengabdian kepada masyarakat. "Kehadiran
UNITA benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mengenalkan budaya lokal dan menumbuhkan karakter anak-anak sejak dini," ungkapnya.
Hasil kegiatan tersebut menunjukkan respons positif yang luar biasa. Anak-anak
PAUD Jagung terlihat sangat antusias mencoba memainkan alat musik tradisional yang baru pertama kali mereka temui.
Suasana belajar menjadi penuh keceriaan ketika suara hasapi dan sulim mulai dimainkan. Meski sederhana namun penuh makna. Para guru juga mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan itu. Mereka mendapat pengetahuan baru tentang musik tradisional Batak Toba sekaligus cara mengintegrasikan pendidikan budaya dalam pembelajaran sehari-hari di PAUD.
"Kami merasa kegiatan ini sangat bermanfaat. Bukan hanya untuk anak-anak, tetapi juga bagi guru. Dengan adanya pelatihan, kami bisa terus melanjutkan pengenalan budaya ini di sekolah," ungkap salah satu guru
PAUD Jagung, Hilda Napitupulu SPd.
Melalui kegiatan itu,
PAUD Jagung dapat menjadi contoh lembaga pendidikan anak usia dini yang berhasil mengintegrasikan pendidikan multikultural berbasis kewirausahaan.
Kegiatan Abdimas di
PAUD Jagung Kecamatan Tampahan membuktikan bahwa pendidikan budaya sejak usia dini sangat mungkin dilakukan dengan cara yang kreatif dan menyenangkan.
Semangat anak-anak
PAUD Jagung yang begitu antusias menjadi bukti bahwa upaya melestarikan budaya lokal tidak hanya relevan, tetapi juga penting bagi generasi penerus. (**)