Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Tangis Pecah, Ratusan Warga dan Guru Iringi Pemakaman Korban Tawuran Geng Motor di Sergai

Muhammad Arif Hidayatullah - Sabtu, 13 September 2025 10:20 WIB
261 view
Tangis Pecah, Ratusan Warga dan Guru Iringi Pemakaman Korban Tawuran Geng Motor di Sergai
Foto:dok/warga
Dibawa ke Pemakaman: Jenazah almarhum Muhammad Zikri Fahmi (19), saat ditandu untuk dibawa ke pemakaman, Jumat (12/9/2025).
Sergai(harianSIB.com)

Suasana duka mendalam menyelimuti Dusun 3, Desa Nagur, Kecamatan Tanjungberingin, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Jumat (12/9/2025).

Pasalnya, ratusan warga, kepala sekolah, guru, serta siswa SD dan SMP memadati rumah duka almarhum Muhammad Zikri Fahmi (19), remaja yang menjadi korban tewas dalam bentrokan berdarah antar geng motor di Kota Tebingtinggi.

Isak tangis tak terbendung mewarnai prosesi pemakaman. Ibu korban, Yanti Nirmala (53), yang juga Kepala Sekolah SDN 104308 Sukajadi, terlihat terus menatap jenazah putranya dengan penuh kesedihan.

Sementara itu, sang ayah, M Nur (53), tampak terpukul dan tak kuasa membendung air mata saat jasad Muhammad Zikri Fahmi diturunkan ke liang lahat di Tempat Pemakaman Umum Desa Nagur.

Korban sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Tebingtinggi akibat luka serius yang dialaminya.

Setelah itu, ia dirujuk ke RS Horas Insani Pematangsiantar, namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia pada Kamis malam (11/9/2025) sekira pukul 20.45 WIB.

Sahabat korban, Agung mengatakan, malam sebelum kejadian, ia dan Fahmi sempat bertemu dan membeli makanan bersama di sekitar rumah mereka.

Setelah itu, keduanya pergi ke Desa Bagan Kuala untuk menenangkan pikiran. Namun, tak lama kemudian, Agung menerima telepon yang meminta Fahmi segera datang ke suatu tempat.

Mereka kemudian bertemu dengan teman Fahmi lainnya, yang bernama Vila, dan bersama-sama menuju Dolokmasihul.

Di sana, mereka bertemu dengan sekelompok pemuda yang sudah membawa senjata tajam.

"Saya dan Vila sempat melarang Fahmi untuk ikut. Tapi dia bilang, Gak apa-apa, kalian tunggu di sini saja, lalu dia pergi bersama kelompok itu," ujarnya kepada wartawan saat ditemui di lokasi pemakaman.

Kemudian, kelompok Fahmi dari Dolokmasihul bergerak ke arah Kota Tebingtinggi. Saat bertemu dengan geng motor dari kota tersebut di kawasan Payakuruk, bentrokan pun tak terhindarkan.

Dalam peristiwa tragis itu, Fahmi menjadi korban pengeroyokan yang berujung pada kematiannya. (*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru