Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 28 Maret 2026

Jonny Buyung Saragi Terkait PT TPL: Tak ada Gunanya Demo di Daerah, Datangi Istana

Riswan Hardy Gultom - Selasa, 23 September 2025 11:45 WIB
1.373 view
Jonny Buyung Saragi Terkait PT TPL: Tak ada Gunanya Demo di Daerah, Datangi Istana
Ist/SNN
Jonny Buyung Saragi

Simalungun(harianSIB.com)

Terkait berbagai permasalahan di sekitar Danau Toba yang melibatkan PT Toba Pulp Lestasi (TPL), tokoh masyarakat batak yang bermukim di Jakarta, Jonny Buyung Saragi menyarankan agar persoalan itu disampaikan ke presiden.

Seperti diketahui, akhir-akhir ini lapisan masyarakat ramai mengeritik PT TPL karena bersinggungan dengan banyak masyarakat petani, misalnya perselisihan dengan warga Sihaporas, Pamatang Sidamanik tentang klaim lahan dan tanaman, ribut masalah rombongan pendeta HKBP yang akan menjalankan tugas pastoral di Balige, Toba dan beberapa masalah lainnya.

Kritik juga kerap dilontarkan karena TPL yang menguasai lahan di kawasan Danau Toba menjadikan hutan tanaman industeri dengan produk kayu Eucalyptus, disebut membuat ekosistem rusak dan memicu kekeringan serta banjir.

Pimpinan Sinode HKBP juga mengeluarkan statement untuk penutuan PT TPL.

Baca Juga:
Saat diminta tanggapan Jonny Buyung, Selasa (23/9/2025), Anggota DPR RI periode 2009-2014 ini menyarankan agar menyuarakan masalah itu ke Jakarta langsung.

"Tidak ada gunannya demo di daerah. Lebih tepat datangi Presiden Prabowo ke istana di Jakarta," katanya.

Sebab menurutnya, bisa saja presiden belum mengetahui permasalahan yang sudah lama terjadi. "Ada ribuan organisasi batak, masak tidak ada yang berani ke istana. Ayo perjuangkan bersama sama, " katanya memberi pandangan.

Pria yang juga pengusaha di Jakarta ini menilai, lembaga DPRD dan anggota DPR RI asal Sumut juga masih belum gereget memberi perhatian soal permasalahan TPL dengan masyarakat serta imbas kerusakan lingkungan.

"Beberapa tahun lalu masyarakat dari tanah Karo datang ke istana, mereka ditanggapi, bahkan dibangun patung Jokowi disana," tambahnya.

Sebenarnya dikatakan, bila ada niat dan kekompakan permasalahan itu dapat teratasi. Bila orang orang yang berada dekat kekuasaan memberi perhatian, itu dapat diselesaikan. "Bagi pak Luhut Panjaitan itu tidak terlalu sulit, keseriusan kita diperlukan, " tambahnya.

Dia menilai, untuk kelestarian wilayah Danau Toba serta kerukunan masyarakat dalam bertani, tidak terlalu perlu melaksanakan seminar seminar, namun berjuang nyata bersama sama organisasi, pimpinan gereja serta DPRD, pusat dan dewan yang ada di wilayah Jabodetabek.

"Dan harapan saya juga ke depan, pilihlah dewan yang memiliki chemistry berjuang, bersedia dengan pakta integritas, bukan dipilih karena sesuatu, " harapnya. (**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Marak Politik Uang, Wakil Ketua MPR: Lapangan Demokrasi Kita ˋBecekˊ
Anggota DPRD Medan Minta Jalan Medan Labuhan yang Rusak Segera Diperbaiki
Paripurna DPRD Tebingtinggi Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Molor 1,5 Jam
Anggota DPR RI Martin Hutabarat Komit Perjuangkan Pemekaran Kabupaten Simalungun
Caleg DPRD Simalungun Ajak Masyarakat Pahami Makna Pesta Demokrasi
F-PDIP DPRD Sergai Minta Pemkab Upayakan Penambahan Pupuk Bersubsidi
komentar
beritaTerbaru