Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

Pemeliharaan Rp 1,8 Miliar, Kondisi SMAN 3 Gunungsitoli Memprihatinkan

Normalius Gori - Jumat, 03 Oktober 2025 16:30 WIB
1.340 view
Pemeliharaan Rp 1,8 Miliar, Kondisi SMAN 3 Gunungsitoli Memprihatinkan
Foto: Dok/Warga
Plafon atap SMAN 3 Gunungsitoli yang lapuk tampak bolong, Jumat (3/10/2025).

Gunungsitoli(harianSIB.com)

Selama lima tahun terakhir, dana pemeliharaan di SMA Negeri 3 Gunungsitoli tercatat hampir mencapai Rp1,8 miliar. Ironisnya, kondisi fisik sekolah justru memprihatinkan. Dinding kelas dipenuhi lumut, plafon berlubang, bahkan sejumlah ruangan dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Kondisi ini mendapat sorotan dari aktivis antikorupsi Kepulauan Nias, Abiyudi Zai. Ia menilai penggunaan anggaran patut dipertanyakan.

"Sejumlah ruang belajar kondisinya sangat tidak layak. Dinding berjamur dan berlumut, plafon berlubang, bahkan ada yang nyaris roboh," ujar Abiyudi saat diwawancarai wartawan, Jumat (3/10/2025).

Berdasarkan data yang dihimpunnya, anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana SMAN 3 Gunungsitoli dalam lima tahun terakhir adalah sebagai berikut: tahun 2024 Rp365.948.970; tahun 2023 Rp370.880.270; tahun 2022 Rp321.442.458, tahun 2021 Rp391.560.600 dan tahun 2020 Rp344.970.300.

Baca Juga:
"Anggaran sebesar itu tidak terlihat dampaknya di lapangan," tambahnya.

Selain soal pemeliharaan, Abiyudi juga menyoroti dugaan pungutan liar di sekolah tersebut. Meski berstatus sebagai sekolah negeri yang seharusnya bebas pungutan, SMAN 3 Gunungsitoli disebut masih memungut iuran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dari siswa setiap bulan.

"Kami meminta aparat penegak hukum menyelidiki dugaan penyimpangan anggaran dan pungutan liar di sekolah ini. Ini soal tanggung jawab dan hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak," tegasnya.

Pihak sekolah sendiri membenarkan adanya aliran dana pemeliharaan tersebut. Kepala SMAN 3 Gunungsitoli, Si'Ari Gulo, melalui Wakil Kepala Sekolah, Helena Telaumbanua, mengatakan dana digunakan untuk berbagai kebutuhan.

"Anggaran itu sudah dibelanjakan untuk pemeliharaan, termasuk belanja meubel dan kebutuhan air," kata Helena saat dikonfirmasi.

Terkait pungutan, Helena juga tidak membantah. "Memang benar ada pungutan Rp20 ribu per siswa setiap bulan. Dana itu digunakan untuk tunjangan guru," jelasnya. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
APBD Tebingtinggi Alokasikan Dana Pemeliharaan Drainase Rp 450 Juta
Ogamota Hulu: Agar Dana Pemeliharaan Tepat Sasaran, Plt Kadis PU Harus Turun Langsung ke Lapangan
Dishub Tanjungbalai Kelola Rp214 Juta Dana Pemeliharaan
Dalang Kasus Pencairan Dana Pemeliharaan Sarana Air Minum IKK/SPAM Pindaraya Semakin Jelas
Terkait Kucuran Dana Pemeliharaan IKK/SPAM Pindaraya, Bupati Samosir akan Panggil Dinas Tarukim
Pemkab Dairi Usulkan Dana Pemeliharaan Jalan PLTA Lae Renun ke Kementerian PU
komentar
beritaTerbaru