Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 29 Maret 2026

Menjemput Kesempatan Kedua Lewat Program Operasi Katarak Gratis Martabe

Rosianna Anugerah Hutabarat - Minggu, 12 Oktober 2025 23:08 WIB
1.794 view
Menjemput Kesempatan Kedua Lewat Program Operasi Katarak Gratis Martabe
Foto: harianSIB.com / Rosianna Anugerah Hutabarat
Arnima Gulo (kanan) didampingi suaminya usai membuka perban di Rumah Sakit Bhayangkara Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sabtu (27/9/2025).

Matanya mengalami keratitis parah. Reaksi zat kimia getah menyebabkan penglihatannya kabur nyaris buta. Perempuan kelahiran tahun 1992 itu ingin sekali melakukan pengobatan kepada dokter spesialis mata, namun keterbatasan ekonomi menjadi tembok penghalang.

Pekerjaannya sebagai buruh tani karet sempat terhenti, aktivitas mengurus rumah tangga dilakukan sebisanya. Mengeluh hanya akan keringkan tulangnya. Lantunan doa dia panjatkan, melipat telapak tangan, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, berharap doanya menembus langit.

Terkabar, penyelenggaraan Operasi Katarak Gratis Tambang Emas Martabe membawa angin sorga bagi keluarga cemara itu. Ia melonjak kegirangan sembari mendekap erat Petrus saat mendengar kabar yang disampaikan suami tercinta.

Dititipkan ketiga anak mereka di rumah kerabat. Kedua insan yang dipersatukan di Altar Gereja itu melangkah mantap menjemput kesempatan besar yang ditawarkan perusahaan pertambanganemas dan perakitu.

Baca Juga:

Disambut ramah para volunteer (relawan) memakai seragam PT Agincourt Resources, Pasutri ini melakukan pendaftaran di Rumah Sakit Bhayangkara Batang Toru. Kecemasan besar mulai muncul melihat ratusan masyarakat mengantri pada bangku yang telah disediakan.

Detik demi detik, menit berlalu begitu cepat, hingga satu jam kemudian nama Arnima Gulo dipanggil dan dinyatakan sebagai penerima manfaat oleh petugas.

Meski jemari sedikit gemetar, Arnima memasuki ruangan operasi. Lirikan ia layangkan ke suami tercinta, seakan meminta kekuatan. Tubuh mungilnya berbaring di atas meja bedah. Dokter yang bekerja, sesekali mengajaknya berceloteh, berharap ketegangan pasien mencair. Perlahan, sang ahli melakukan pengukuran biometri, menentukan ukuran dan jenis lensa yang sesuai dengan mata Arnima.

Proses selesai, hingga satu hari kemudian perban penutup mata Arnima dibuka. Perempuan berkulit sawo matang itu membuka matanya, silau, namun ia berusaha menyesuaikan.

Dipicingkan matanya, disambut warna-warni yang semakin nyata. Arnima sumringah, Petrus hanya menganggukkan kepala seolah paham dengan bahasa tubuh istrinya tersebut.

"Terima kasih PT Agincourt Resources, kini aku bisa melihat jelas lagi. Semoga perusahaan Tambang Emas Martabe semakin bersinar dan memberi manfaat kepada masyarakat kecil seperti keluarga kami," ucap Arnima saat ditemui di kebun milik Tuannya di Hapesong Baru, Tapanuli Selatan, Sumut, Jumat (10/10/2025).

Sejak saat itu, perempuan bersuku Nias itu berjanji dalam hati akan merawat serta menjaga matanya. Kesempatan kedua dari Tuhan, ia dapat melalui program Operasi Katarak Gratis Martabe.

Sayup terdengar suara langkah, kian lama kian jelas. Dia melihat suami tercintanya telah datang menghampiri. Arloji usang miliknya menunjukkan pukul 15.00 WIB. Kami pun bergegas pulang menuju rumah masing-masing. (**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kepergok Mencuri, Pria Asal Sidamanik Nyaris Diamuk Massa di Pematangsiantar
Cegah Balap Liar, Timsus Dayok Mirah Polres Pematangsiantar Amankan Dua Sepeda Motor
Polsek Siantar Selatan Amankan Tas Mencurigakan di Depan Rumah Warga Jalan Gereja
Digitalisme 4G LTE di Sumut, Telkomsel Masuk ke Desa-desa Blank Spot di Karo
Wanseptember Situmorang Apresiasi Warga Pertanyakan Keseriusan Investor Berinvestasi di Dairi
Rahmat Lubis, Kuda Pacu Martabe Menuju Harmonisasi Masyarakat dan Lingkungan
komentar
beritaTerbaru