Nigeria(harianSIB.com)
Ribuan warga Kristen di Nigeria menjadi korban kekerasan bersenjata dalam serangkaian serangan brutal yang terjadi sejak awal tahun 2025. Puncaknya terjadi di Desa Yelwata, Negara Bagian Benue, pada 13 Juni 2025, ketika kelompok bersenjata menyerang permukiman warga, menembaki secara membabi buta, dan membakar rumah-rumah penduduk.
Menurut laporan saksi mata, warga diserang saat tidur tanpa peringatan. "Mereka menembak ke segala arah dan membakar rumah. Banyak yang tewas di tempat, termasuk anak-anak dan perempuan hamil," kata seorang warga yang selamat, seperti dikutip media lokal.
Dalam peristiwa itu, lebih dari seratus orang tewas, sementara ratusan lainnya mengungsi ke daerah sekitar. Tubuh korban ditemukan di pasar desa dan reruntuhan rumah yang hangus.
Serangan di Yelwata disebut hanya satu dari banyak tragedi yang menimpa komunitas Kristen di Nigeria. Laporan organisasi HAM dan gereja-gereja setempat mencatat, hingga pertengahan 2025, lebih dari 7.000 umat Kristen telah dibunuh di berbagai wilayah. Christian Association of Nigeria (CAN) menyebut situasi ini sebagai "bencana kemanusiaan yang menimpa umat Kristen di utara Nigeria."
Baca Juga:
"Komunitas Kristen telah kehilangan nyawa, rumah, dan tempat ibadah. Kami meminta pemerintah bertindak transparan dan adil," tulis CAN dalam pernyataan resminya.
Kasus ini juga menarik perhatian dunia internasional. Sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat, termasuk Senator Ted Cruz, menyerukan agar Nigeria dimasukkan dalam daftar negara dengan pengawasan khusus atas pelanggaran kebebasan beragama. Namun pemerintah Nigeria menolak tudingan adanya genosida terhadap umat Kristen.