Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026

Tangisan Histeris Sr Agnes Datubara KYM Pecah Keheningan ‘Gita Sang Surya’ Saat Lepas Jasad Mgr AGP Datubara OFMCap di Pematangsiantar

Oki Lenore - Selasa, 21 Oktober 2025 12:35 WIB
1.101 view
Tangisan Histeris Sr Agnes Datubara KYM Pecah Keheningan ‘Gita Sang Surya’ Saat Lepas Jasad Mgr AGP Datubara OFMCap di Pematangsiantar
Foto: SIB /Oki Lenore
Mengelilingi: Massa bersama empat uskup dan pastor serta suster, Senin (20/10/2025), mengelilingi jasad Yang Mulia Uskup Emeritus KAM Mgr AGP Datubara OFMCap di Gereja St Pio Purba Hinalang Saribudolok.

Pematangsiantar(harianSIB.com)

Suasana haru menyelimuti Gereja Paroki St Laurensius Brindisi, Jalan Sibolga, Pematangsiantar, Senin (20/10/2025). Sr Agnes Datubara KYM, adik kandung Uskup Emeritus Keuskupan Agung Medan (KAM), Mgr AGP (Pius) Datubara OFMCap, menangis histeris di depan altar saat kidung Gita Sang Surya dilantunkan untuk melepas jenazah sang kakak menuju Gereja Katolik St Fransiskus dari Assisi di Saribudolok.

Almarhum Mgr Pius Datubara wafat pada Jumat (17/10/2025) pukul 09.13 WIB di RS Santa Elisabeth Medan akibat gangguan paru-paru, pada usia hampir 92 tahun. Beliau dikenal sebagai sosok gembala yang rendah hati dan sangat peduli terhadap kaum kecil.

Baca Juga:
Histeris: Sr Agnes Datubara KYM menangis histeris, sebelum mencium jasad abangnya Uskup Emeritus KAM Mgr AGP Datubara OFMCap yang disemayamkan di gereja Paroki St Laurensius Brindisi di Jalan Sibolga Pematangsiantar, Senin (20/10/2025). (Foto: SIB /Oki Lenore)

Sr Agnes, satu-satunya adik almarhum yang masih hidup di biara, tak kuasa menahan tangis sejak awal prosesi. Saat peti jenazah dibuka di altar, ia terlihat mengangkat tangan, mengusap wajahnya, dan mencium bagian wajah kakaknya sambil tersedu.

Sebelum tiba di Pematangsiantar, jenazah almarhum terlebih dahulu disemayamkan di Gereja Katedral Medan. Prosesi misa requiem agung dipimpin empat uskup, yakni Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC (Keuskupan Bandung), Mgr Kornelius Sipayung OFMCap (Keuskupan Agung Medan), Mgr Yohanes Harun Yuwono (Keuskupan Palembang), dan Mgr Victorius Dwiardy OFMCap (Keuskupan Banjarmasin).

"Tiada kematian yang lebih indah dari kepergian yang diantar dengan doa tulus," ujar Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC dalam homilinya.

Ratusan umat dan biarawati turut mengiringi prosesi di Medan hingga ke Pematangsiantar. Setibanya di Gereja St Laurensius, Misa Ekaristi dipimpin Pater Provinsial OKPM Ps Alexander Silaen OFMCap, bersama para imam dan biarawan Ordo Kapusin Provinsi Medan.

Kidung Gita Sang Surya dinyanyikan tanpa iringan musik, menandai keberangkatan terakhir sang uskup yang dicintai banyak umat itu. Sekitar pukul 18.00 WIB, iring-iringan menuju Gereja St Pio Purba Hinalang, tempat peti jenazah kembali dibuka agar umat dapat memberikan penghormatan terakhir.

Rencananya, Selasa (21/10/2025), jenazah Mgr Pius Datubara OFMCap akan dikebumikan dengan prosesi adat Simalungun di Saribudolok, Kabupaten Simalungun.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Atlet Pematangsiantar Ikuti Kejurdasu Pencak Silat di Lubukpakam
Teng-Teng Kuliner Pematangsiantar Miliki Cita Rasa, Sensasi dan Gigitan Berbeda
Terduga Pembunuh Tukang Rujak Diringkus Polres Pematangsiantar di Kota Medan
Sudah 4 Tahun Jalan Saribudolok Atas Rusak Parah
800 Petugas Gereja Katolik Beroleh Honor dari Pemko Medan
Termotivasi Perjuangkan Nasib Buruh, Anthony Buka Rumah Aspirasi di Pematangsiantar
komentar
beritaTerbaru