Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 09 Februari 2026

Kejang Kejang, Warga Sukajulu Sembuh Usai Berobat Melalui Program JKN

Theopilus Sinulaki - Jumat, 31 Oktober 2025 11:48 WIB
452 view
Kejang Kejang, Warga Sukajulu Sembuh Usai Berobat Melalui Program JKN
Foto SNN/MS
PERAWATAN MEDIS: Novrianti Br Ginting mendampingi anaknya mendapatkan perawatan medis di salah satu RS swasta yang seluruh fasilitasnya gratis program JKN, Jumat (31/10).

Karo(harianSIB.com)

Doahken Eno Tarigan mengalami demam tinggi hingga dilarikan ke rumah sakit. Bahkan saat menjalani perawatan, ia kejang kejang. Hal ini disampaikan ibu kandung Eno, Novrianti Teresia Br Ginting, warga Desa Sukajulu, Kecamatan Barusjahe, Jumat (31/10) di Kabanjahe.

"Saya merasa takut karena anak saya Doahken Eno Tarigan tiba-tiba sakit, demam tinggi. Awalnya saya menganggap demam biasa saja. Namun karena tak kunjung sembuh akhirnya kami larikan ke rumah sakit," ujarnya.

Ditengah rasa panik dan cemas yang dirasakan oleh Novrianti dan suaminya, ada perasaan lega karena mereka telah terdaftar dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Mereka merasakan dengan hadirnya JKN dapat mengurangi beban fikiran ketika terjadi musibah sakit yang tidak terduga secara tiba-tiba.

"Sakit tidak tahu datangnya kapan, ya contohnya saat ini kami sudah berada di rumah rakit karena anak saya membutuhkan perawatan. Niat awal kerumah sakit kemarin hanya ingin cek kondisi kesehatan Eno yang tidak stabil karena demam. Namun selama berlangsungya pemeriksaan Eno tiba-tiba mengalami kejang , diwaktu yang bersamaan dokter langsung memberikan pertolongan yang tanggap kepada anak saya. Tindakan medis diberikan untuk pertolongan pertama pada anak saya. Puji Tuhan seperti yang saat ini kita lihat. Setelah tiga hari perawatan, kondisi anak saya sudah mulai membaik, semua gratis," tutur Novrianti.

Baca Juga:
Novrianti yang sehari-harinya bekerja sebagai karyawan swasta di kota Kabanjahe tak henti mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi BPJS Kesehatan atas hak Jaminan Kesehatan yang dia terima. "Tidak ada bedanya dengan pasien yang bayar umum. Seluruh pelayanan yang didapatkan sangat memuaskan. Tenaga medis dan petugas rumah sakit sangat berkompeten. Saya merasa sama sekali merasa tidak dirugikan dengan membayar iuran 1 persen setiap bulan. Kebetulan kami peserta JKN dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) jadi 4 persen lagi iurannya ditanggung oleh pemberi kerja," kata Novrianti.

Novrianti menambahkan begitu besarnya manfaat yang sudah ia rasakan melalui Program JKN. Ia berharap semoga program ini dapat terus berjalan dan semakin baik lagi. Dengan akses yang pelayanan yang mudah, cepat dan setara sehingga tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan karena kendala biaya.

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
4 Pria China Curi Mata Jenazah di Rumah Sakit
Banyak Rumah Sakit dan Puskesmas Belum Gunakan Tenaga Apoteker
Menag Ajak Pengelola Rumah Sakit Serap Nilai-Nilai Agama
PNS Rumah Sakit Jiwa Tewas Mendadak
2015-2018, Pemkab Simalungun Kucurkan Rp 52 Miliar Lebih Dukung Program JKN
Ephorus Harapkan RS HKBP Balige Jadi Rumah Sakit Rujukan di Tapanuli
komentar
beritaTerbaru