Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Januari 2026

Kenakan Busana Adat Melayu, Bupati Sergai Pimpin Upacara Peringatan HGN ke-80

Rimpun H Sihombing - Selasa, 25 November 2025 16:55 WIB
459 view
Kenakan Busana Adat Melayu, Bupati Sergai Pimpin Upacara Peringatan HGN ke-80
Foto: Dok/Diskominfo
Bupati Sergai, H Darma Wijaya membacakan sambutan Menteri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah saat memimpin upacara peringatan HGN ke-80, Selasa (25/11/2025).

Sergai(harianSIB.com)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serdangbedagai (Sergai) menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-80, di SMPN 3 Tanjungberingin, Desa Mangga Dua Kecamatan Tantungberingin, Selasa (25/11/2025).

Mengenakan busana adat Melayu, Bupati Sergai, H Darma Wijaya berindak selaku inspektur upacara, dan dihadiri Wakil Bupati (Wabup) H Adlin Tambunan, Sekdakab Suwanto Nasution, unsur Forkopimda, Anggota DPRD, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, camat, serta diikuti ratusan guru dan siswa.

Mengusung tema "Guru Hebat, Indonesia Kuat", upacara berlangsung khidmat meski disertai hujan rintik-rintik.

Amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof Dr Abdul Mu'ti, yang dibacakan Bupati Sergai, H Darma Wijaya menyampaikan selama satu tahun di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, pemerintah telah melakukan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru.

Baca Juga:
"Tahun 2025, pemerintah memberikan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester bagi guru yang belum berpendidikan DIV/S1 untuk melanjutkan studi S1 melalui program rekognisi pembelajaran lampau untuk 12.500 guru," katanya.

Ia menambahkan, pemerintah memberikan berbagai pelatihan, antara lain pendidikan profesi guru, up-grading guru bimbingan konseling, bimbingan konseling untuk guru-guru non-bimbingan konseling, pembelajaran mendalam (deep learning), koding dan kecerdasan artifisial, kepemimpinan sekolah, serta peningkatan kompetensi lainnya.

Selain itu, untuk meningkatkan kesejahteraan guru, pemerintah memberikan tunjangan sertifikasi sebesar Rp2 juta perbulan untuk guru non aparatur sipil negara (ASN) dan satu kali gaji pokok untuk guru-guru ASN. Sedangkan bagi guru honorer, diberikan insentif sebesar Rp300.000 per bulan. Semua tunjangan dan insentif ditransfer langsung ke rekening guru.

Di tahun 2026, lanjut Darma Wijaya, kesempatan melanjutkan studi dengan beasiswa dibuka untuk 150.000 guru. Kemudian, tunjangan guru honorer dinaikkan dari Rp.300.000 menjadi Rp.400.000. Tugas administratif guru dikurangi, kewajiban mengajar tidak mutlak 24 jam, ada satu hari belajar guru dalam sepekan. Kebijakan tersebut dimaksudkan agar guru dapat lebih fokus melaksanakan tugas utama sebagai pendidik profesional, melaksanakan tugas pembelajaran, membimbing, dan meningkatkan kualitas diri.

Tak hanya itu, untuk melindungi para guru, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia.

Isi kesepahaman antara lain, penyelesaian damai (restorative justice) bagi guru yang bermasalah dengan murid, orang tua, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam hal-hal yang berkaitan dengan tugas mendidik.

"Dalam pidato menteri ini, terselip lima nasihat Presiden Prabowo Subianto untuk para murid yaitu; belajarlah yang baik, cintai ayah dan ibu, hormati guru, rukun sama teman dan cintai tanah air dan bangsa. Muliakanlah dirimu dengan memuliakan gurumu. Ridha dan doa gurumu menentukan masa depanmu," tegas Darma Wijaya. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Oknum Guru di SMAN 1 Pahae Jae Ditangkap Polres Taput
Wabup Darma Wijaya Lantik Herlan Panggabean Jadi Asisten Pemum Pemkab Sergai
SD Negeri di Mardinding Kekurangan Guru, Tapi Ada Guru Datang ke Sekolah Hanya Gajian
Oknum Guru SMAN 1 Parmaksian Diduga Cabuli Siswinya
Permudah Urusan Administrasi Desa, ‟Pantes‟ Diuji Coba Pemkab Sergai
Pembinaan Guru Dibutuhkan untuk Tingkatkan Profesionalisme Mengajar
komentar
beritaTerbaru