Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

Taput dan Tapteng Sepakat Buka Konektivitas Atasi Kemiskinan wilayah Terisolir

Anwar Lubis - Selasa, 25 November 2025 17:03 WIB
578 view
Taput dan Tapteng Sepakat Buka Konektivitas Atasi Kemiskinan wilayah Terisolir
Foto: Dok/Kominfo
Suasana rapat kerja antara Pemkab Taput, Tapteng dan Bappelitbangda Sumut terkait usulan BKPSU pembukaan jalan di wilayah terisolir di Medan, Senin (24/11/2025).

Taput(harianSIB.com)

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dan Tapanuli Tengah (Tapteng) menyepakati pembukaan konektivitas antar wilayah untuk mengatasi kemiskinan di wilayah terisolir sekaligus mendukung pengembangan komoditas kemenyan yang menjadi isu strategis nasional.

Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat mengatakan, kemenyan saat ini telah menjadi isu strategis nasional yang turut diperjuangkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN).

"Kawasan Hullang yang berada di perbatasan Taput, Tapteng dan Humbang Hasundutan (Humbahas) memiliki potensi besar untuk pengembangan kemenyan," kata Jonius, dalam rapat kerja bersama Bappelitbangda Provinsi Sumatera Utara di Medan, Senin (24/11/2025.

Menurut dia, tantangan utama yang dihadapi adalah mulai teralihkannya lahan kemenyan menjadi perkebunan sawit serta akses distribusi komoditas yang masih terbatas.

Baca Juga:
Rapat kerja yang dihadiri Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, Wakil Bupati Tapteng, serta unsur pimpinan Bappelitbangda provinsi dan kabupaten tersebut membahas usulan Badan Kerja Sama Pembangunan Sumatera Utara (BKPSU) mengenai pembukaan jalan terisolir.

Kepala Bappelitbangda Provinsi Sumatera Utara dalam rapat tersebut menjelaskan, dua pendekatan utama yang menjadi fokus pembangunan daerah terisolir, yakni pengembangan infrastruktur terpadu dalam kawasan terintegrasi dan peningkatan konektivitas antar wilayah sebagai proyek strategis daerah.

Ia juga menyoroti potensi besar pengembangan kawasan kemenyan di Taput yang masih memerlukan kajian akademis lebih mendalam sebagai dasar pengembangannya.

Sementara itu, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu menyampaikan, wilayah pantai barat memiliki potensi Pelabuhan Bongal yang memiliki nilai sejarah sebagai pusat perdagangan internasional pada abad ke-5 dan secara geografis memiliki akses laut hingga ke India.

"Persoalan kemiskinan di wilayah pantai barat akan sulit teratasi apabila konektivitas antar wilayah tidak segera dibuka dan ditingkatkan," kata Masinton.

Rapat tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi penting, di antaranya persetujuan Provinsi Sumatera Utara terhadap usulan BKPSU untuk pembukaan jalan penghubung antar wilayah guna meningkatkan aksesibilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Termiskin di Humbahas, Desa Sigulok dan Sanggarbatu Butuh Infrastruktur Jalan
Ini Deretan Proyek Infrastruktur yang Rampung di Era Jokowi
DPRD Medan Kaji Anggaran Rp1,7 Triliun untuk Infrastruktur di APBD 2019
Tidak Ada Klausul Infrastruktur Dalam Akad Wakalah Pendaftaran Haji
Pembangunan Infrastruktur di Danau Toba Terbaik dan Paling Cepat
Pembangunan Ekonomi Harus Ditopang Infrastruktur yang Bagus
komentar
beritaTerbaru