Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 30 Januari 2026

Menteri UMKM Maman Abdurrahman: Perbankan Harus Empati pada UMKM Korban Bencana

Anwar Lubis - Kamis, 04 Desember 2025 16:40 WIB
346 view
Menteri UMKM Maman Abdurrahman: Perbankan Harus Empati pada UMKM Korban Bencana
Foto Dok/Pemkab Madina
Suasana dialog antara Menteri UMKM, perbankan, dan pelaku usaha membahas penanganan UMKM terdampak bencana di Madina, Kamis, (4/12/2025).

Madina(harianSIB.com)

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya sikap empati dari perbankan terhadap pelaku UMKM yang menjadi korban bencana di Sumatera. Penegasan ini disampaikan saat kunjungan kerja ke Mandailing Natal (Madina).

"Saya meyakini, ini tidak bisa diatasi pemerintah daerah saja. Jadi kita kedepankan empati, khusus untuk perbankan. Yang kedua optimalkan penyaluran CSR bagi korban bencana," ujar Maman dalam dialog dengan pelaku usaha, perbankan, dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sopo Godang, Pendopo Rumah Dinas Bupati Madina, Desa Parbangunan, Panyabungan, Kamis (4/12/2025).

Maman menjelaskan, bahwa pihaknya saat ini fokus pada pemetaan UMKM terdampak bencana di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dia menilai dampak bencana terhadap pelaku UMKM akan berkepanjangan.

Dalam waktu dekat, Kementerian UMKM akan menggelar rapat dengan 44 bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR), terutama perbankan di daerah bencana.

Baca Juga:
"Khususnya yang menyalurkan di tiga provinsi, berapa banyak dan bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan," ungkap Maman.

Menteri UMKM menekankan agar perbankan tidak memaksakan penagihan kepada pelaku UMKM yang benar-benar terdampak bencana.

"Kalau bisa gunakan empati jangan terlalu dipaksakan tagihan dari pelaku UMKM," tutur Maman.

Dia juga mengingatkan bahwa KUR dengan pinjaman Rp 1 juta hingga Rp 100 juta tidak memerlukan agunan tambahan selain agunan pokok berupa usaha milik pelaku.

"Ini aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tim Komite Pembiayaan UMKM," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution meminta kepada Menteri UMKM agar memfasilitasi pelatihan bagi pelaku usaha di Bumi Gordang Sambilan.

"Kami meminta pendidikan kewirausahaan, pelatihan digital marketing harus dibuka karena Madina jauh ke ibu kota provinsi dan ke pusat, serta pelatihan kemasan produk," kata Atika.

Wabup Atika menjelaskan bahwa saat ini terdapat sekitar 28.000 UMKM di Madina, dengan 90 persen di antaranya merupakan usaha mikro individual. Kehadiran menteri diharapkan dapat membuka peluang peningkatan kapasitas pelaku usaha.

"Apalagi UMKM ini adalah tulang punggung ekonomi nasional," ujarnya.

Atika menegaskan kepada OPD terkait agar jumlah UMKM di Madina mengalami peningkatan pada tahun 2026. Jika tidak terjadi peningkatan, menurutnya, kedatangan menteri hanya sebatas seremonial.

"Kalau keadaan UMKM di Madina tahun 2026 tidak meningkat berarti kehadiran menteri hanya seremonial, tapi kalau meningkat dari segi ekonomi berarti kunjungannya efektif," tegas wakil bupati (**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Samosir Minta PT Aqua Farm Nusantara Kurangi Keramba di Danau Toba
Dua Kurir Sabu dan Ganja Ditangkap
Ini Penyebab RI Kurang Modal Buat Genjot Pertumbuhan Ekonomi
Fokus kepada Rusia dan China, AS Kurangi Pasukan di Afrika
BPPT Kurangi Dosis Teknologi Asing untuk Perkapalan
Gereja Pentakosta Sumatera Utara/Pinksterkerk Usul Hapus Pembahasan Sekolah Minggu di UU
komentar
beritaTerbaru