Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Maret 2026

Tapteng Rusak Parah, Ketua DPD PDI-P Sumut Desak Presiden Tetapkan Bencana Nasional

Duga Munte - Jumat, 05 Desember 2025 12:31 WIB
544 view
Tapteng Rusak Parah, Ketua DPD PDI-P Sumut Desak Presiden Tetapkan Bencana Nasional
Foto: Dok DPD PDI-P Sumut
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Drs Rapidin Simbolon MM didampingi Wakil Ketua Bidang Politik, Sutrisno Pangaribuan meninjau puing rumah dan batang-batang kayu di titik banjir bandang terparah Tapanuli Tengah.

Tapteng(harianSIB.com)

Hamparan puing rumah, batang-batang kayu berdiameter besar, berserakan, dan lumpur yang menutup jalanan, telah menjadi pemandangan di sejumlah titik bencana di Tapanuli Tengah, Kamis dan Jumat (4-5/12/2025).

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs Rapidin Simbolon MM, menilai kerusakan yang dia lihat langsung terlalu besar untuk ditangani daerah semata.

Rapidin yang juga anggota Komisi XIII DPR RI pun, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menetapkan status bencana nasional bagi Sibolga–Tapteng dan wilayah terdampak lainnya di Sumatera.

"Kawasan ini luluh lantak. Ini baru satu kecamatan. Belum lagi Taput, Tapsel, Humbahas, Medan, Langkat, bahkan Aceh dan Sumbar," ujar Rapidin usai meninjau lokasi bencana dan membawa bantuan.

Baca Juga:
Dalam kunjungan itu, Rapidin sedang bersiap menyerahkan 7 ton sembako beras, minyak goreng, dan mi instan kepada para pengungsi. Dia didampingi Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDIP Sumut, Sutrisno Pangaribuan.

Menurut Rapidin, penetapan status bencana nasional akan mempercepat mobilisasi sumber daya, perbaikan infrastruktur, hingga pembangunan kembali rumah warga.

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Rapidin Simbolon Hadiri Deklarasi Persatuan Artis Samosir
Masyarakat Sesalkan Pernyataan Anggota DPRD Sumut yang Menyudutkan Bupati Rapidin Simbolon
Bupati Samosir Rapidin Simbolon Terima Audiensi Mahasiswa KKN-PPM UGM
Bupati Samosir Rapidin Simbolon Harapkan Pelaku Pokdarwis Dukung Visi Pemerintah
Bupati Samosir: Akan Dievaluasi, Jika Berkinerja Buruk Wajar Dicopot
komentar
beritaTerbaru