Menurutnya, gereja, termasuk HKBP, tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berperan sebagai sumber pengharapan, penguatan moral, dan energi kasih bagi masyarakat.
Gubernur juga menyampaikan bahwa doa bersama merupakan sumber kekuatan yang melahirkan empati, solidaritas, serta tindakan nyata bagi perubahan. Semangat saling menopang, saling menguatkan, dan saling mendoakan perlu terus dirawat dalam menyongsong Tahun 2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Rikson Hutahaean MTh, Kepala Departemen Koinonia Pdt. Dr. Deonal Sinaga, Kepala Departemen Diakonia Pdt. Eldarton Simbolon DMin, Kepala Departemen Marturia Pdt. Bernat Manik MTh, Ketua Umum Sekretariat Ekologi Sumatera Utara, Romo Walden Sitanggang, 32 Praeses HKBP, Ketua Yayasan STT HKBP, Ir. Ido Hutabarat, Ketua Yayasan Kesehatan HKBP, Hinsa Siburian, serta Ketua Sopo Nomensen dan Ketua Badan Usaha HKBP Pontas Pane. (*)
Editor
: Wilfred Manullang