Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 09 Februari 2026

Jalan Desa Rusak, Warga Dusun 4 Seipriok Tanam Pisang dan Sawit, Desak Pemdes Perbaiki Akses

Muhammad Arif Hidayatullah - Rabu, 07 Januari 2026 14:13 WIB
953 view
Jalan Desa Rusak, Warga Dusun 4 Seipriok Tanam Pisang dan Sawit, Desak Pemdes Perbaiki Akses
Foto: Dok/ Warga
TANAM: Warga dan Pemdes meninjau jalan rusak yang sebelumnya ditanami pisang dan sawit di Dusun 4 Desa Seipriok, Rabu (7/1/2025).

Sergai(harianSIB.com)

Warga Dusun 4 Desa Seipriok, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), mendesak pemerintah desa (Pemdes) dan pemerintah daerah agar segera menindaklanjuti perbaikan jalan desa yang rusak parah dan menjadi akses utama mobilitas masyarakat.

Kondisi jalan yang telah lama mengalami kerusakan tersebut dinilai sangat menghambat aktivitas warga, mulai dari pengangkutan hasil pertanian, akses ke sekolah, hingga ke rumah ibadah.

Salah seorang warga, Resman Butar-butar, mengatakan keluhan terkait kondisi jalan sudah berulang kali disampaikan. Namun hingga kini, belum ada perbaikan permanen yang dirasakan masyarakat.

"Harapan kami, aspirasi warga ini bisa segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait agar perbaikan jalan benar-benar terealisasi dalam waktu dekat," ujar Resman kepada harianSIB.com di lokasi, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga:
Dikatakan, sebelumnya sebagai bentuk protes sekaligus penyampaian aspirasi, warga melakukan aksi simbolis dengan menanam pohon pisang dan pohon sawit di sejumlah titik jalan yang rusak. Aksi tersebut bertujuan menarik perhatian pemerintah agar kondisi jalan mendapat penanganan serius.

Senada dengan itu, warga lainnya, Reuter Manurung, menjelaskan penanaman pohon pisang merupakan simbol kekecewaan warga yang merasa kurang mendapat perhatian.

"Kami menanam pisang sebagai bentuk aspirasi masyarakat Dusun 4 agar pemerintah, khususnya kepala desa, memperhatikan kondisi jalan ini. Kalau bisa, aspirasi ini juga sampai ke tingkat kabupaten," tegasnya.

Ia menambahkan, pasca aksi tersebut warga diundang Kepala Desa Seipriok untuk bermusyawarah di kantor desa.

Dalam pertemuan itu, pemerintah desa menyatakan kesediaannya menindaklanjuti aspirasi warga dan mengusulkan perbaikan jalan ke tingkat yang lebih tinggi.

"Aspirasi kami ditanggapi dengan baik oleh Bapak Kepala Desa. Kami mendukung penuh upaya beliau memperjuangkan perbaikan jalan ini," katanya.

Ia juga menyoroti dampak kesehatan akibat kondisi jalan yang berdebu saat kemarau dan berlumpur saat hujan, terutama bagi anak-anak dan lansia.

"Setiap kendaraan lewat, debu berterbangan. Kalau terus dibiarkan, kesehatan warga bisa terganggu," tambahnya.

Dalam aksi tersebut, warga menanam sekitar 10 batang pohon pisang dan 3 batang pohon sawit. Setelah aksi dilakukan, pemerintah desa menurunkan alat berat berupa grader untuk meratakan jalan sebagai penanganan sementara.

"Kalau dalam beberapa bulan ke depan, misalnya sampai pertengahan tahun belum ada realisasi perbaikan, warga kemungkinan akan meningkatkan aksi hingga ke tingkat kabupaten," ungkapnya.

Sementara itu, Kaur Desa Seipriok, Marulam Sitio, menyebut perbaikan jalan menjadi harapan besar masyarakat karena berkaitan langsung dengan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan warga.

"Ini akses utama pengangkutan hasil bumi. Anak-anak sekolah juga setiap hari melintas di sini. Saat hujan berlumpur, saat kemarau berdebu, dan jelas berdampak pada kesehatan," tuturnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Seipriok, Doppak Situmorang, membenarkan adanya aspirasi warga terkait kondisi jalan di Dusun 4. Ia mengakui kerusakan jalan tersebut sudah lama menjadi keluhan masyarakat.

"Pemerintah desa siap menanggapi dan melayani keluhan warga. Tuntutan utama masyarakat memang perbaikan jalan," kata Doppak.

Ia menjelaskan, panjang jalan yang diusulkan untuk diperbaiki mencapai sekitar satu kilometer. Meski saat ini masih berstatus jalan desa, pihaknya telah mengusulkan agar ke depan menjadi jalan kabupaten.

"Langkah konkret yang kami lakukan adalah mengajukan proposal ke dinas terkait. Jika hanya mengandalkan dana desa, kemampuannya sangat terbatas, paling hanya 200 sampai 300 meter," pungkasnya.

Menurut Doppak, jalan tersebut sangat vital karena digunakan oleh sekitar 80 persen warga yang berprofesi sebagai petani, serta menjadi akses utama menuju sekolah dan rumah ibadah.

Diketahui, usai musyawarah, pemerintah desa bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat langsung meninjau lokasi jalan rusak tersebut. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait

Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/theme/detail.php on line 406
komentar
beritaTerbaru