Jembatan Gantung Muara Sibuntuon Rampung, Buka Akses Desa Sibio-bio
Tapteng(harianSIB.com)Keganasan banjir bandang dan longsor menjadi alasan pembangunan jembatan gantung di wilayah terdampak amukan dari benc
Sergai(harianSIB.com)
Warga Dusun 4 Desa Seipriok, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), mendesak pemerintah desa (Pemdes) dan pemerintah daerah agar segera menindaklanjuti perbaikan jalan desa yang rusak parah dan menjadi akses utama mobilitas masyarakat.
Kondisi jalan yang telah lama mengalami kerusakan tersebut dinilai sangat menghambat aktivitas warga, mulai dari pengangkutan hasil pertanian, akses ke sekolah, hingga ke rumah ibadah.
Salah seorang warga, Resman Butar-butar, mengatakan keluhan terkait kondisi jalan sudah berulang kali disampaikan. Namun hingga kini, belum ada perbaikan permanen yang dirasakan masyarakat.
"Harapan kami, aspirasi warga ini bisa segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait agar perbaikan jalan benar-benar terealisasi dalam waktu dekat," ujar Resman kepada harianSIB.com di lokasi, Rabu (7/1/2026).
Baca Juga:Dikatakan, sebelumnya sebagai bentuk protes sekaligus penyampaian aspirasi, warga melakukan aksi simbolis dengan menanam pohon pisang dan pohon sawit di sejumlah titik jalan yang rusak. Aksi tersebut bertujuan menarik perhatian pemerintah agar kondisi jalan mendapat penanganan serius.
Senada dengan itu, warga lainnya, Reuter Manurung, menjelaskan penanaman pohon pisang merupakan simbol kekecewaan warga yang merasa kurang mendapat perhatian.
"Kami menanam pisang sebagai bentuk aspirasi masyarakat Dusun 4 agar pemerintah, khususnya kepala desa, memperhatikan kondisi jalan ini. Kalau bisa, aspirasi ini juga sampai ke tingkat kabupaten," tegasnya.
Ia menambahkan, pasca aksi tersebut warga diundang Kepala Desa Seipriok untuk bermusyawarah di kantor desa.
Dalam pertemuan itu, pemerintah desa menyatakan kesediaannya menindaklanjuti aspirasi warga dan mengusulkan perbaikan jalan ke tingkat yang lebih tinggi.
"Aspirasi kami ditanggapi dengan baik oleh Bapak Kepala Desa. Kami mendukung penuh upaya beliau memperjuangkan perbaikan jalan ini," katanya.
Ia juga menyoroti dampak kesehatan akibat kondisi jalan yang berdebu saat kemarau dan berlumpur saat hujan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
"Setiap kendaraan lewat, debu berterbangan. Kalau terus dibiarkan, kesehatan warga bisa terganggu," tambahnya.
Dalam aksi tersebut, warga menanam sekitar 10 batang pohon pisang dan 3 batang pohon sawit. Setelah aksi dilakukan, pemerintah desa menurunkan alat berat berupa grader untuk meratakan jalan sebagai penanganan sementara.
"Kalau dalam beberapa bulan ke depan, misalnya sampai pertengahan tahun belum ada realisasi perbaikan, warga kemungkinan akan meningkatkan aksi hingga ke tingkat kabupaten," ungkapnya.
Sementara itu, Kaur Desa Seipriok, Marulam Sitio, menyebut perbaikan jalan menjadi harapan besar masyarakat karena berkaitan langsung dengan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan warga.
"Ini akses utama pengangkutan hasil bumi. Anak-anak sekolah juga setiap hari melintas di sini. Saat hujan berlumpur, saat kemarau berdebu, dan jelas berdampak pada kesehatan," tuturnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Seipriok, Doppak Situmorang, membenarkan adanya aspirasi warga terkait kondisi jalan di Dusun 4. Ia mengakui kerusakan jalan tersebut sudah lama menjadi keluhan masyarakat.
"Pemerintah desa siap menanggapi dan melayani keluhan warga. Tuntutan utama masyarakat memang perbaikan jalan," kata Doppak.
Ia menjelaskan, panjang jalan yang diusulkan untuk diperbaiki mencapai sekitar satu kilometer. Meski saat ini masih berstatus jalan desa, pihaknya telah mengusulkan agar ke depan menjadi jalan kabupaten.
"Langkah konkret yang kami lakukan adalah mengajukan proposal ke dinas terkait. Jika hanya mengandalkan dana desa, kemampuannya sangat terbatas, paling hanya 200 sampai 300 meter," pungkasnya.
Menurut Doppak, jalan tersebut sangat vital karena digunakan oleh sekitar 80 persen warga yang berprofesi sebagai petani, serta menjadi akses utama menuju sekolah dan rumah ibadah.
Diketahui, usai musyawarah, pemerintah desa bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat langsung meninjau lokasi jalan rusak tersebut. (*)
Tapteng(harianSIB.com)Keganasan banjir bandang dan longsor menjadi alasan pembangunan jembatan gantung di wilayah terdampak amukan dari benc
Binjai(harianSIB.com)Gerakan Nasional Indonesia (GNI) Sumatera Utara secara resmi mengajukan permohonan kepada Kepala Lembaga Pemasyarakatan
Aekkanopan(harianSIB.com)Bupati Labuhan Batu Utara (Labura), H Hendri Yanto Sitorus menghadiri Haul ke8 Syeikh H Muhammad Sukur Munthe, Tua
Medan(harianSIB.com)PT Bank Sumut untuk pertama kalinya menggelar Bank Sumut Media Award 2026 berkaitan memperingati Hari Pers Nasional (HPN
Medan(harianSIB.com)Kasus dugaan salah tangkap yang dialami seorang pengacara, Indra Surya Nasution SH di luar Mapolrestabes Medan akhirnya
Sibolga(harianSIB.com)Ikatan Keluarga Batak Jayawijaya (IKBJ) Papua Pegunungan, bersama dengan Gubernur Papua Pegunungan DR.HC. Jhon Tabo me
Jakarta(harianSIB.com)Forum Wartawan Kejaksaan Agung (Forwaka), berharap peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang kini berusia ke80 tahun m
Medan(harianSIB.com)Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tahun 2026, Pemko Medan menyelenggarakan Pasar Murah di dua titik stra
Medan(harianSIB.com)Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap mendukung rencana pelaksanaan Pawai Obor dalam rangka menyambut bulan suci R
Tapteng(harianSIB.com)Wartawan di Tapanuli Tengah berkolaborasi dengan Sat Lantas Tapteng membagikan masker ke pengendara yang melintas di s
Toba(harianSIB.com)Pemerintah Kabupaten Toba gerak cepat (gercep) melakukan penanggulangan dua titik jalan putus yang terjadi di Desa Partor
Medan(harianSIB.com)Pemko Medan terus mempercepat program Medan Rapi Tanpa Kabel (Merata) sebagai bagian dari penataan infrastruktur dan pen